Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Waspada! Hujan di Jakarta Kini Mengandung Mikroplastik yang Bisa Picu Stroke

Nur Wachid • Kamis, 23 Oktober 2025 | 01:45 WIB
Mikroplastik di Hujan
Mikroplastik di Hujan

Jawa Pos Radar Lawu - Hujan yang selama ini dianggap membawa kesejukan ternyata bisa menjadi ancaman tersembunyi bagi kesehatan.

Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan bahwa air hujan di Jakarta kini mengandung partikel mikroplastik sisa kecil dari plastik yang menguap ke udara lalu turun bersama tetes hujan.

Pakar kesehatan masyarakat dr. Ngabila Salama menjelaskan bahwa mikroplastik yang ikut terhirup atau tertelan bisa menimbulkan dampak serius bagi tubuh.

“Partikel mikroplastik bisa menyebabkan iritasi saluran napas, gangguan pencernaan, bahkan dalam jangka panjang memicu penyakit jantung dan stroke,” ujarnya.

Dampak Jangka Pendek yang Tak Terlihat

Mikroplastik berukuran sangat kecil, bahkan lebih halus dari debu. Jika terhirup lewat udara atau masuk bersama air hujan, partikel ini dapat menempel di jaringan paru-paru.

Gejalanya sering kali tidak langsung terasa, hanya berupa batuk ringan, sesak napas, atau radang tenggorokan.

Namun, paparan terus-menerus bisa memperburuk fungsi paru.

Risiko Jangka Panjang: Dari Darah ke Jantung

Menurut penelitian lanjutan, mikroplastik dapat menembus pembuluh darah dan beredar ke seluruh tubuh.

Baca Juga: Makna Mendalam dan Lirik Lengkap Mars Hari Santri Nasional 22 Oktober 45: Suara Santri untuk Negeri

Dalam beberapa kasus, partikel ini ditemukan di jantung dan otak manusia. Paparan kronis berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, hingga stroke.

Selain itu, bahan kimia tambahan dalam plastik—seperti BPA dan ftalat—dapat mengganggu sistem hormon, menyebabkan ketidakseimbangan metabolisme, bahkan menurunkan kesuburan.

Dari Mana Asal Mikroplastik di Hujan?

Kepala tim peneliti BRIN, Muhammad Reza Cordova, menjelaskan bahwa sumber utama partikel mikroplastik berasal dari limbah plastik rumah tangga, serat pakaian sintetis, dan debu ban kendaraan.

Semua partikel ini terangkat ke atmosfer, lalu turun kembali bersama hujan.
“Temuan kami menunjukkan, rata-rata terdapat 15 partikel mikroplastik per meter persegi per hari pada hujan di kawasan pesisir Jakarta,” ungkapnya.

Langkah Kecil yang Bisa Dilakukan Masyarakat

• Hindari penggunaan plastik sekali pakai, terutama kantong dan botol minum.

• Gunakan masker ketika berkegiatan di luar saat hujan deras.

• Jika menampung air hujan, pastikan melalui penyaringan atau perebusan sebelum digunakan.

• Gunakan pakaian berbahan alami seperti katun untuk mengurangi pelepasan serat sintetis.

• Dukung kebijakan pemerintah terkait pengelolaan limbah plastik dan pemantauan udara.

Fenomena hujan mikroplastik ini menjadi peringatan bahwa polusi plastik kini telah mencapai atmosfer.

Hujan yang seharusnya menjadi simbol kesegaran, justru berpotensi membawa partikel berbahaya ke tubuh manusia tanpa disadari. (ones-mg-PNM/kid)

Editor : Nur Wachid
#Mikroplastik di Hujan #air hujan di Jakarta kini mengandung partikel mikroplastik #BRIN