Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Sambutan Menteri Agama Hari Santri 2025 Sampaika Duka Ponpes Al Khoziny, Pesan untuk Santri dan Bangsa

Nur Wachid • Kamis, 23 Oktober 2025 | 01:55 WIB

Menteri Agama
Menteri Agama

Jawa Pos Radar Lawu - Dalam acara nasional peringatan Hari Santri 2025, Menteri Agama menyampaikan sambutan yang mengena dan penuh makna.

Ia secara khusus menyinggung tragedi di Ponpes Al Khoziny sebagai momentum introspeksi dan pembenahan bagi seluruh pesantren di Indonesia.

Dalam sambutan Menteri Agama Hari Santri 2025 singgung Ponpes Al Khoziny, ia mengajak para santri untuk tidak hanya menjaga warisan pesantren, tetapi juga mengambil peran aktif dalam kemajuan bangsa.

Peringatan ini tampil berbeda lebih dari sekadar perayaan simbolis, tetapi sebagai panggilan aksi nyata bagi santri dan pesantren.

Fakta Utama

Dalam apel peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang digelar di Jakarta pada Rabu, 22 Oktober 2025, Nasaruddin Umar selaku Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) menyampaikan sambutan penuh makna.

Dalam sambutannya ia secara khusus menyinggung kejadian di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, di mana musala bangunannya ambruk menewaskan 67 santri.

Ia menegaskan bahwa musibah tersebut harus menjadi momentum pembenahan bagi seluruh pesantren di Indonesia.

Latar Belakang & Isi Sambutan

Baca Juga: 5 Multivitamin Anak Terbaik 2025: Bikin Si Kecil Nggak Gampang Sakit dan Tumbuh Lebih Kuat!

Menteri Agama diawali sambutannya dengan penghormatan kepada para santri dan ulama yang telah menjaga nilai-nilai pesantren selama ini.

Ia kemudian mengungkapkan kedukaan mendalam atas musibah Al Khoziny:

“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya 67 santri dalam musibah yang menimpa Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.”

Selanjutnya, dalam sambutan tersebut, ia menyatakan bahwa negara telah hadir: Kemenag telah melakukan peninjauan ke lokasi, menyalurkan bantuan, dan memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik.

Tema peringatan tahun ini adalah “Hari Santri Nasional 2025 Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.”

Menteri Agama menegaskan bahwa santri masa kini tidak hanya sebagai penerus tradisi keilmuan pesantren, tetapi juga sebagai pelaku perubahan di era global.

Pesan Utama kepada Santri dan Pesantren

Beberapa poin penting yang diangkat dalam sambutan Menteri:

Santri harus menjadi “pelopor moral dan intelektual” yang mengusung nilai rahmatan lil ‘alamin serta ikut berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Pesantren harus terus melakukan pembenahan, baik dari aspek infrastruktur, keselamatan gedung, manajemen lembaga, hingga digitalisasi pembelajaran musibah Al Khoziny menjadi pengingat pentingnya aspek-aspek tersebut.

Negara melalui Kemenag telah mengeluarkan regulasi dan program dukungan kepada pesantren, seperti Undang-Undang No. 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, serta program kesehatan dan gizi bagi santri.

Santri juga diperintahkan untuk tidak hanya menguasai kitab kuning, tetapi juga menguasai teknologi, bahasa global, dan sains agar dapat membawa bangsa menuju peradaban dunia.

Implikasi & Respons

Baca Juga: Mars Hari Santri: Nada Perjuangan yang Tak Pernah Padam

Sambutan Menteri Agama ini mendapat respons positif luas. Dengan secara eksplisit menyinggung musibah Al Khoziny, Kemenag menunjukkan bahwa perhatian terhadap pesantren bukan hanya retorika tetapi juga tindakan nyata pengawasan bangunan, dukungan korban dan pembangunan ulang menjadi sorotan.

Bagi santri dan pesantren, sambutan ini menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas internal: memperbarui data institusi, meningkatkan fasilitas fisik, menerapkan protokol keselamatan, dan mempersiapkan santri untuk tantangan global.

Dengan sambutan yang mengangkat tragedi Pondok Pesantren Al Khoziny dan mengajak santri untuk menjadi agen perubahan, Menteri Agama Nasaruddin Umar memosisikan peringatan Hari

Santri 2025 sebagai titik balik dari kebanggaan tradisi menuju transformasi keilmuan, akhlak, dan kontribusi nasional.

Semoga pesan ini menjadi pijakan bagi seluruh pesantren dan santri Indonesia untuk mengawal kemerdekaan menuju peradaban dunia yang damai, maju, dan berkeadaban. (ghiska-mg-pnm/kid)

 

 

Editor : Nur Wachid
#sambutan #Hari Santri 2025 #Ponpes Al Khoziny #menteri agama #menyinggung