Jawa Pos Radar Lawu - Kabar gembira datang bagi para pekerja penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025.
Kementerian Ketenagakerjaan memastikan bahwa sebanyak 2,4 juta pekerja telah menerima bantuan langsung tunai sebesar Rp600 ribu.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Meski begitu, masih ada sebagian penerima yang belum mendapat transfer karena proses verifikasi data dan penyaluran dilakukan bertahap.
Pemerintah menegaskan bahwa seluruh pekerja yang memenuhi syarat akan menerima dana BSU 2025 paling lambat akhir bulan ini.
Program Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 resmi disalurkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai pertengahan Oktober 2025.
Dari total sekitar 3,6 juta calon penerima, sebanyak 2,4 juta pekerja telah menerima bantuan sebesar Rp 600 ribu, yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menjelaskan, penyaluran BSU dilakukan secara bertahap agar lebih tepat sasaran dan menghindari data ganda.
“Kami pastikan bantuan diterima oleh pekerja yang benar-benar berhak sesuai data dari BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.
Dana bantuan sebesar Rp 600 ribu diberikan untuk dua bulan, dengan mekanisme transfer Rp 300 ribu per bulan.
Program ini menyasar pekerja aktif di sektor formal dengan gaji maksimal Rp 3,5 juta per bulan.
Pemerintah juga menegaskan bahwa penerima BSU 2025 tidak boleh menerima bantuan sosial lain seperti PKH atau BPUM pada periode yang sama.
Hingga kini, pencairan BSU tahap pertama dan kedua telah selesai dilakukan melalui bank-bank Himbara seperti BNI, BRI, Mandiri, dan BTN.
Sementara itu, bagi pekerja yang belum memiliki rekening aktif, bantuan akan disalurkan melalui kantor pos.
Kemnaker menyebutkan ada empat penyebab utama mengapa sebagian pekerja belum menerima dana BSU, yaitu:
Data rekening belum valid atau rekening sudah tidak aktif.
Terjadi perbedaan data antara BPJS Ketenagakerjaan dan Kemnaker.
Proses verifikasi batch pencairan masih berlangsung.
Pekerja belum meng-update data di sistem Kemnaker.go.id.
Untuk memastikan status penerimaan, pekerja dapat melakukan pengecekan melalui laman resmi https://bsu.kemnaker.go.id dengan memasukkan NIK, nama lengkap, tanggal lahir, dan nama ibu kandung.
Kemnaker menargetkan seluruh dana BSU 2025 tersalurkan sebelum akhir November 2025.
Pemerintah berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban biaya hidup dan menstimulus konsumsi rumah tangga pekerja.
“Kami harap penerima BSU memanfaatkan dana ini dengan bijak untuk kebutuhan produktif, bukan konsumtif,” tegas Ida Fauziyah.
Program BSU 2025 menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan pekerja berpenghasilan rendah.
Dengan 2,4 juta penerima yang sudah menikmati bantuan Rp 600 ribu, sisanya tinggal menunggu jadwal pencairan batch berikutnya.
Pekerja diminta aktif memantau situs resmi Kemnaker agar tidak tertinggal informasi penting seputar bantuan ini. (ghiska-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid