Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Pernyataan Lengkap Permintaan Maaf Trans 7 ke Lirboyo, Usai Viral Tagar BoikotTrans7!

Winarsih • Selasa, 14 Oktober 2025 | 18:44 WIB
Trans 7 minta maaf ke Ponpes Lirboyo usai viral tagar #boikottrans7.
Trans 7 minta maaf ke Ponpes Lirboyo usai viral tagar #boikottrans7.

Jawa Pos Radar Lawu - Stasiun televisi Trans7 akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara resmi kepada Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri usai viral tangan Xpose hingga memicu aksi tagar boikottrans7. 

Langkah ini diambil setelah program Xpose Uncensored menuai kecaman publik karena dianggap melecehkan para kiai dan tradisi pesantren.

Permohonan maaf tersebut disampaikan melalui surat resmi bernomor SM/399/25 tertanggal 14 Oktober 2025, yang ditandatangani oleh Renny Andhita selaku Kepala Departemen Programming dan Andi Chairil sebagai Direktur Produksi PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh (Trans7).

Dalam surat itu, pihak manajemen mengakui adanya kelalaian serta kurangnya ketelitian dalam proses produksi program yang menimbulkan polemik tersebut.

“Kami dari Trans7 dengan segala kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada segenap kiai dan keluarga, para pengasuh, santri, serta alumni Pondok Pesantren Lirboyo, khususnya di bawah naungan PP. Putri Hidayatul Mubtadiat,” tulis Trans7 dalam surat permintaan maafnya.

Manajemen Trans7 menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi pembelajaran penting agar ke depan dapat lebih peka terhadap nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal, terutama dalam konteks kehidupan pesantren.

“Kami menyadari bahwa tayangan tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi keluarga besar pesantren. Hal ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami di Trans7 agar tidak lagi menayangkan pemberitaan yang berkaitan dengan ulama, kiai, dan kehidupan pesantren tanpa verifikasi dan pertimbangan yang relevan,” lanjut isi surat tersebut.

Surat itu juga ditujukan kepada Bapak HM. Adibussoleh, yang mewakili keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo.

Dalam surat tersebut, Trans7 menegaskan komitmen untuk menyajikan program yang lebih edukatif dan menghormati nilai-nilai pesantren.

“Kami berharap surat ini dapat diterima sebagai bentuk itikad baik dan komitmen kami untuk memperbaiki kesalahan serta memperdalam pemahaman kami terhadap nilai-nilai pesantren,” tutup surat tersebut.

Sebelumnya, LBH Ansor Kota Kediri, Gus Ahmad Kafabih, dan Kiai Cholil Nafis telah mengecam keras tayangan Xpose yang menampilkan narasi santri “ngesot memberi amplop” kepada kiai.

Tayangan itu dianggap merendahkan martabat pesantren dan menyesatkan publik.

Gelombang protes kemudian merebak di media sosial dengan munculnya tagar #BoikotTrans7, disertai desakan agar pihak stasiun televisi segera meminta maaf secara terbuka.

Unggahan surat permintaan maaf Trans7 pun menjadi viral di media sosial. Sejumlah tokoh memberikan tanggapan, termasuk Ustaz Yusuf Mansur yang menulis komentar menyejukkan:

“Adem... Bismillah walhamdulillah. Makasih.”

Walaupun permintaan maaf tersebut disambut positif oleh sebagian kalangan santri, masih ada pihak yang mendorong Trans7 untuk memberikan klarifikasi langsung kepada PBNU atau menemui KH. Anwar Manshur di Jawa Timur, sebagaimana disarankan oleh Kiai Cholil Nafis. (win)

Editor : Nur Wachid
#trans7 #pernyataan lengkap #Lirboyo #BoikotTrans7 #Xpose Uncensored #viral #minta maaf