Jawa Pos Radar Lawu – Seorang Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ternyata memiliki kenangan manis dengan dunia pesantren. Dalam salah satu kisah yang kembali ramai diperbincangkan, Prabowo pernah mondok di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri meskipun, hanya satu hari saja.
Kisah tersebut terungkap dari pernyataan Prabowo sendiri saat mengenang kedekatannya dengan para ulama dan santri di Jawa Timur.
“Saya ini santri Lirboyo, meskipun hanya satu hari mondok. Tapi kan tetap mondok,” ujar Presiden Prabowo dengan senyum khasnya, disambut tawa dan tepuk tangan para kiai serta santri yang hadir.
Pernyataan itu juga dibenarkan oleh KH Abdul Muid Shohib, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo.
Menurutnya, Prabowo memang pernah menginap di pondok yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam tertua di Indonesia itu.
“Beliau waktu itu hendak pulang, tapi oleh KH Imam Yahya Mahrus diminta agar menginap semalam. Malam itu beliau kami ajak istighosah sampai Subuh. Alhamdulillah, beliau mengikuti dengan khusyuk,” tutur KH Abdul Muid Shohib.
KH Abdul Muid menyebut pengalaman itu menjadi bukti kecintaan Presiden Prabowo terhadap pesantren dan nilai-nilai keislaman yang diajarkan di dalamnya.
“Meski hanya semalam, Insya Allah beliau tetap bagian dari keluarga besar santri Lirboyo,” ujarnya.
Pesantren yang Melahirkan Ulama dan Pejuang Bangsa
Pondok Pesantren Lirboyo, yang berdiri sejak 1910, dikenal luas sebagai salah satu pesantren terbesar di Nusantara.
Ribuan santri dari berbagai daerah menimba ilmu di bawah asuhan para kiai yang istiqamah menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.
Bagi kalangan pesantren, pengalaman singkat Prabowo dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada dunia santri dan ulama.
“Siapa pun yang datang dengan niat menimba ilmu, walau hanya semalam, tetap kami anggap santri,” ujar salah satu pengajar muda Lirboyo.
Selain Lirboyo, Presiden Prabowo juga dikenal dekat dengan banyak pesantren di Jawa Timur.
Ia beberapa kali hadir dalam acara keagamaan, haul kiai, dan kegiatan kebangsaan bersama para ulama. Kedekatannya itu mencerminkan pandangan bahwa pesantren adalah benteng moral dan spiritual bangsa.
Santri Sehari, Teladan Seumur Hidup
Bagi para santri, kisah Presiden Prabowo menjadi bukti bahwa kedekatan dengan pesantren tidak diukur dari lamanya waktu mondok, tetapi dari keikhlasan hati dalam menghormati ilmu dan ulama.
“Kalau beliau mau ikut istighosah sampai Subuh, berarti ada niat yang tulus untuk dekat dengan nilai-nilai santri,” kata KH Abdul Muid.
Kini, ketika Prabowo telah memimpin Indonesia sebagai Presiden, kenangan singkatnya di Lirboyo menjadi simbol hubungan erat antara pemimpin negara dan dunia pesantren — dua elemen yang sama-sama berperan menjaga keutuhan dan moral bangsa. (hamid-mg-uinpo/kid)
Editor : Nur Wachid