Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Fraksi PKB DPR RI Soal Aksi #BoikotTrans7: Trans7 Harus Minta Maaf, Kecam Tayangan Xpose yang Catut Kiai Sepuh Lirboyo!

Nur Wachid • Selasa, 14 Oktober 2025 | 18:19 WIB
Tayangan XPOSE memicu kemarahan publik hingga muncul tagar Boikot Trans 7.
Tayangan XPOSE memicu kemarahan publik hingga muncul tagar Boikot Trans 7.

Jawa Pos Radar Lawu – Aksi protes terhadap tayangan program Xpose di Trans7 yang mencatut nama Kiai Anwar Manshur dari Pondok Pesantren Lirboyo terus bergulir.

Kali ini, suara tegas datang dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mengecam keras tayangan tersebut.

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB, Maman Imanulhaq, menilai narasi yang disajikan dalam tayangan itu sangat tidak pantas dan berpotensi menyesatkan publik.

Ia menegaskan, penggambaran kiai seolah hidup bermewah-mewahan dan mengeksploitasi santri merupakan bentuk pelecehan terhadap tradisi pesantren.

“Narasi seperti itu jelas sangat merugikan dan menyakitkan bagi para kiai, santri, serta masyarakat pesantren. Kiai adalah figur moral dan spiritual yang telah berjasa besar bagi bangsa ini. Menyudutkan mereka sama saja dengan melecehkan tradisi keilmuan dan keagamaan yang menjadi fondasi masyarakat Indonesia,” ujar Maman, Selasa (14/10/2025).

PKB Desak Trans7 Segera Minta Maaf Terbuka

Politisi PKB asal Majalengka itu mendesak Trans7 untuk segera menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada publik, khususnya kepada kalangan pesantren dan kiai yang merasa tersinggung.

“Trans7 harus meminta maaf secara terbuka dan melakukan evaluasi internal terhadap tim kreatif maupun redaksi yang memproduksi tayangan itu. Media memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga etika dan sensitivitas terhadap nilai-nilai keagamaan,” tegasnya.

Maman juga menilai, kasus ini menjadi peringatan keras bagi dunia penyiaran agar berhati-hati dalam menayangkan konten yang menyangkut kehidupan keagamaan.

Kebebasan Pers Harus Dibarengi Etika

Menurut Maman, kebebasan pers tidak boleh dijadikan alasan untuk menistakan simbol agama.

Media seharusnya menjadi ruang edukatif, bukan tempat menyebarkan stigma terhadap lembaga keagamaan.

“Kebebasan pers tidak boleh digunakan untuk melecehkan simbol-simbol agama dan tokoh yang dihormati masyarakat. Media justru harus menjadi sarana edukasi dan perekat sosial,” imbuhnya.

Latar Belakang Kasus

Kontroversi bermula dari tayangan program Xpose Trans7 yang menampilkan potongan video kegiatan santri menyalami kiai dengan narasi tidak pantas, seperti “santrinya minum susu kudu jongkok, kiai kaya raya tapi umat kasih amplop.” Tayangan itu dianggap menyesatkan dan mencemarkan martabat pesantren.

Video tersebut memicu gelombang kemarahan publik dan seruan boikot terhadap Trans7 di media sosial melalui tagar #BoikotTrans7.

Setelah mendapat tekanan dari publik dan komunitas pesantren, Trans7 akhirnya menyampaikan permohonan maaf resmi kepada keluarga besar Pesantren Lirboyo pada 13 Oktober 2025. (kid)

Editor : Nur Wachid
#trans7 #maman imanulhaq #Xpose #dpr ri #fraksi pkb #Kiai Anwar Manshur #Lirboyo #BoikotTrans7 #viral