Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Jadi Objek Tayangan Kontroversial, Alumni Lirboyo Geruduk Trans7 dan Tuntut Permintaan Maaf

Muhammad Aditya Pangestu • Selasa, 14 Oktober 2025 | 16:13 WIB
Alumni Lirboyo Siap Geruduk Trans7 dan Tuntut Permintaan Maaf
Alumni Lirboyo Siap Geruduk Trans7 dan Tuntut Permintaan Maaf

Jawa Pos Radar Lawu — Tagar #BoikotTrans7 mendadak ramai diperbincangkan di media sosial, terutama di kalangan santri dan masyarakat pesantren. 

Gelombang protes terhadap program Xpose Trans7 terus meluas setelah penayangan episode berjudul “Santrinya minum susu aja kudu jongkok, emang gini kehidupan di pondok?” yang dinilai melecehkan martabat santri dan kiai.

Tidak hanya warganet yang ramai meluapkan kekecewaan di media sosial melalui tagar #BoikotTrans7, kini perwakilan HIMASAL (Himpunan Alumni dan Santri Lirboyo) wilayah Jabodetabek siap menggruduk langsung ke kantor Trans7 di Jakarta untuk meminta klarifikasinya.

Tayangan tersebut dianggap meremehkan santri, kiai, serta pesantren, khususnya Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri, yang menjadi objek dalam episode itu. 

HIMASAL menilai tayangan tersebut tidak hanya menggiring opini negatif, tetapi juga menimbulkan stereotip keliru terhadap kehidupan pesantren yang selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan dan moralitas.

Dalam video pernyataan resminya, puluhan alumni dan santri Lirboyo menyampaikan empat tuntutan utama kepada pihak Trans7. 

Pertama, mereka mengecam keras tindakan Trans7 yang dianggap merendahkan martabat kiai, santri, dan pesantren.

Kedua, menuntut permintaan maaf terbuka secara resmi di seluruh platform media Trans7 dan secara khusus meminta maaf kepada masyakhih Pondok Pesantren Lirboyo.

AKetiga, meminta penarikan tayangan dan seluruh konten yang berkaitan dengan episode Xpose tersebut dari semua kanal siar maupun media sosial. 

Keempat, menuntut Trans7 menayangkan konten edukatif yang menampilkan sisi positif pesantren, kiai, dan santri, termasuk dari segi sejarah dan kontribusinya bagi bangsa sebagai bentuk klarifikasi publik serta edukasi masyarakat.

HIMASAL menegaskan, apabila tuntutan tersebut tidak diindahkan, mereka siap menempuh jalur hukum dan perdata sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap lembaga pesantren.

Hingga kini, pihak manajemen Trans7 belum memberikan klarifikasi resmi terkait aksi protes tersebut.

Baca Juga: Kenaikan Gaji PNS Golongan Berapa Saja? Ini Rincian Besaran Honor ASN Terbaru Oktober 2025! 

Sementara itu, dukungan terhadap gerakan #BoikotTrans7 terus meluas, terutama dari kalangan pesantren dan masyarakat Nahdliyyin, yang menilai tayangan itu telah mencederai nilai-nilai keislaman dan tradisi pesantren di Indonesia. (*)

Editor : Riana M.
#permintaan maaf #alumni #provokatif #trans7 #boikot #Himasal #Tayangan #Xpose #santri Lirboyo