Jawa Pos Radar Lawu - Musisi muda kenamaan Gusti Irwan Wibowo atau akrab disapa Gustiwiw meninggal dunia pada masa kejayaannya, 15 Juni 2025.
Meski raganya telah tiada, karya-karyanya tetap hidup di hati para penggemar.
Sebagai bentuk penghormatan, Synchronize Fest 2025 menghadirkan sesi khusus bertajuk A Tribute to Gusti Irwan Wibowo pada hari ketiga, Minggu (5/10) malam, di JiExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.
Di District Stage, sejumlah musisi membawakan ulang lagu-lagu ciptaan Gustiwiw diiringi musik dari band Konco Kongkow.
Pertunjukan dibuka dengan pidato dari Presiden Stand Up Indonesia, Adjis Doa Ibu, dilanjutkan dengan penampilan Nehru Rindra dan Hifdzi yang menyanyikan lagu Enak Sekali.
“Gusti, seharusnya kamu ada di sini bikin semua orang happy,” ujar Hifdzi di sela penampilannya.
Momen mengharukan terjadi saat Bunga Nafisa tampil mengenakan jaket ojek milik almarhum sang kakak ketika membawakan Icik Icik Bum bersama Baskara Putra.
Di sela konser, video singkat Gustiwiw semasa hidup diputar.
“Hai guys, miss you all. Gue kangen banget sama kalian,” sapa Gusti dalam video itu.
Banyak penonton tampak menitikkan air mata, termasuk Iga Massardi.
Bersama gitarnya, vokalis Barasuara itu mengiringi suara Gustiwiw dalam lagu Menunggu Ujung.
Penampilan itu disertai animasi Gustiwiw yang digambarkan terbang di atas awan, membuat suasana kian haru hingga Iga bersimpuh di atas panggung.
Selain mereka, deretan musisi seperti Danilla Riyadi, Bilal Indrajaya, Pamungkas, GJLS, Sal Priadi, Jebung, Teddy Adhitya, Ardhito Pramono, hingga Daniel Adnan turut meramaikan panggung tribute ini.
Sebagai penutup, seluruh penampil bersatu di atas panggung membawakan Hari yang Mantap dengan penuh semangat, seolah melupakan kesedihan dan merayakan warisan karya Gustiwiw.
Mereka juga mengajak Kevin, sang manajer almarhum, untuk bergabung.
Penampilan itu bukan hanya ajang mengenang, tetapi juga perayaan atas kegembiraan dan cinta yang selalu menjadi ciri khas musik Gustiwiw yang meninggalkan pesan bahwa tawa, musik, dan persahabatan akan selalu abadi. (fin)
Editor : AA Arsyadani