Jawa Pos Radar Lawu - Update Gempa Sumenep M 6,5 kembali menjadi sorotan publik setelah guncangan kuat terjadi pada Selasa malam.
BMKG ungkap penyebab gempa berasal dari aktivitas sesar aktif bawah laut dengan mekanisme pergerakan naik.
Akibat gempa ini, tercatat korban luka dan sejumlah bangunan alami kerusakan meluas, mulai dari rumah warga hingga fasilitas pendidikan.
Warga pun diimbau tetap waspada menghadapi potensi gempa susulan.
Gempa & Mekanisme Sumber
Gempa berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Selasa malam, 30 September 2025, pukul 23.49 WIB.
Berdasarkan data BMKG, titik episenternya berada di laut, sekitar 50 km tenggara Sumenep, dengan kedalaman sekitar 11 km (hiposenter dangkal).
Analisis BMKG menyimpulkan bahwa gempa ini termasuk kategori gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif bawah laut, dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Karena karakteristik tersebut, getarannya terasa cukup luas, namun BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Gempa Susulan & Aktivitas Terkait
Pasca gempa utama, BMKG mencatat adanya empat kali gempa susulan hingga pukul 00.29 WIB keesokan harinya. Magnitudo terbesar susulan mencapai 4,4.
Namun menurut laporan dari Tirto, hingga pagi harinya, tercatat total 83 aktivitas gempa susulan (aftershock), dengan rentang magnitudo dari M 1,9 hingga 4,4.
Salah satu gempa susulan signifikan tercatat terjadi pada pukul 10.11 WIB dengan magnitudo M 2,5.
Wilayah yang Merasakan Guncangan
Getaran gempa tidak hanya dirasakan di Sumenep, tapi juga menyebar ke berbagai wilayah sekitar.
Berikut ringkasan intensitas per daerah (skala MMI):
Pulau Sapudi: V–VI MMI → semua orang merasakan getaran, kerusakan ringan mungkin terjadi.
Sumenep, Pamekasan, Surabaya: III–IV MMI → getaran terasa dalam rumah, seperti truk lewat.
Tuban, Denpasar, Gianyar: III MMI → getaran terasa nyata dalam rumah.
Tabanan, Buleleng, Kuta, Banyuwangi: II–III MMI → getaran ringan, kadang terasa.
Lombok Utara, Kota Mataram, Lombok Tengah, Malang, Blitar: II MMI → beberapa orang merasakan, benda ringan bergoyang.
Dampak Korban & Kerusakan
Korban Luka
Laporan sementara menyebutkan 3 orang mengalami luka-luka akibat terkena serpihan kaca dari bangunan yang rusak.
Korban tersebut adalah:
Faiz Iqbal (21 tahun), warga Karang Tengah, Kecamatan Gayam.
Sahraye (80 tahun), warga Rokkorok Barat Pancor, Kecamatan Gayam.
Moade (72 tahun), warga Sabung Pancor, Kecamatan Gayam.
Belum ada laporan korban meninggal hingga saat ini.
Kerusakan Bangunan
Baca Juga: Bantuan Subsidi Upah BSU 2025: Benarkah Cair Lagi di Akhir Tahun? Cek Statusmu Sekarang via JMO!
22 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat. Di antara yang terdampak terdapat 2 masjid, 1 musala, dan 1 bangunan puskesmas.
BNPB melaporkan 4 rumah warga rusak, terutama bagian dinding yang roboh dan puing berserakan.
Lokasi rumah rusak tersebar di beberapa kecamatan: Gayam, Nonggunong, Talango, dan Saronggi.
Kerusakan visual di lapangan menunjukkan dinding-dinding rumah yang retak atau roboh, material bangunan berserakan.
BPBD Kabupaten Sumenep terus melakukan pendataan secara menyeluruh agar angka kerusakan dan korban dapat diperbarui.
Tanggapan & Imbauan Pihak Berwenang
BNPB segera mengerahkan tim gabungan bersama BPBD ke wilayah terdampak untuk melakukan kajian cepat terhadap kerusakan dan kebutuhan darurat warga.
Warga diimbau untuk memeriksa kondisi bangunan rumah, terutama bagian retak atau dinding yang lemah, agar tidak runtuh bila terjadi gempa susulan.
Baca Juga: Bantuan Subsidi Upah BSU 2025: Benarkah Cair Lagi di Akhir Tahun? Cek Statusmu Sekarang via JMO!
Semua pihak di wilayah Madura dan sekitarnya diharapkan tetap waspada terhadap gempa susulan, karena aktivitas gempa masih berlangsung dalam bentuk aftershock.
Informasi dan kabar resmi dari BMKG dan BPBD menjadi acuan utama untuk menghindari penyebaran hoaks yang mengganggu situasi. (ghiska-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid