Perjuangan Pemuda Gaza Kuliah di Indonesia: Rumah Hancur Dibombardir Israel, Kakak Sakit Sulit Berobat, Terpaksa Tinggalkan Keluarga demi Pendidikan

AA Arsyadani • Dipublikasikan Jumat, 19 September 2025 | 01:40 WIB
Bayan Ali dari Gaza raih beasiswa UIII meski keluarga terdampak konflik Israel.
Bayan Ali dari Gaza raih beasiswa UIII meski keluarga terdampak konflik Israel.

Jawa Pos Radar Lawu - Bayan Ali Muhammad Hassan, pemuda asal Gaza, Palestina, menempuh perjalanan berat untuk bisa kuliah magister di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok.

Sejak lahir pada 1990, ia tak pernah meninggalkan Gaza, mempertahankan tanah air yang terus digempur konflik.

Serangan brutal Israel pada 2024 menghancurkan rumahnya di Jalan Annashr, Gaza Utara, dan melukai kakaknya.

“Setelah itu, ketika merasa sulit berobat di Gaza, tidak ada obat, rumah sakit juga keterbatasan kemampuannya. Kemudian dia ikut (membawa-red) abangnya ke Mesir untuk berobat di sana,” ujar Ibrahim, saudara Abu Ali, Kamis (18/9).

Di Mesir, kakaknya akhirnya mendapat perawatan medis.

Namun, Abu Ali harus meninggalkan keluarga, termasuk istri dan lima anak, demi melanjutkan pendidikan.

Sebelumnya, ia menempuh pendidikan S1 di Universitas Al-Azhar Gaza dan terus mencari beasiswa untuk mewujudkan mimpinya.

“Dia pilih Indonesia tujuannya karena saya ada di situ juga,” kata Ibrahim.

Kini, Abu Ali resmi terdaftar di Fakultas Studi Islam, Program Magister Takhassus Turath (Kajian Islam Klasik) UIII.

Ia memilih program ini sebagai kelanjutan studi di Universitas Al-Azhar Gaza.

“Saya memilih program ini karena melanjutkan jalur akademik yang saya mulai di Universitas Al-Azhar Gaza, tempat saya lulus dari Fakultas Pendidikan dengan fokus pada Studi Islam,” ungkapnya.

Bagi Abu Ali, UIII bukan sekadar kampus.

Ini adalah ruang harapan untuk memperkuat keterampilan akademik, berpikir kritis, dan menumbuhkan suara sebagai cendekiawan, meski berasal dari tanah yang penuh kesulitan.

Pendidikan menjadi jembatan harapan, bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga sebagai simbol perjuangan rakyat Gaza. (fin)

Editor : AA Arsyadani
Sumber : Jawa Pos
palestina Universitas Islam Indonesia (UII) gaza Mahasiswa Palestina