Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Dari Pengawas Proyek hingga Wakil Menteri, Begini Jejak Karier Afriansyah Noor

Nur Wachid • Kamis, 18 September 2025 | 23:09 WIB
Afriansyah Noor
Afriansyah Noor

Jawa Pos Radar Lawu - Nama Afriansyah Noor tengah menjadi sorotan publik setelah kembali dipercaya masuk kabinet pemerintahan.

Perjalanan panjangnya cukup menarik, dimulai dari seorang pengawas proyek di sektor konstruksi hingga akhirnya menapaki jabatan penting sebagai Wakil Menteri.

Pengalaman panjang di dunia politik, organisasi, dan pemerintahan membuat kiprahnya patut diperhatikan.

Tak heran jika publik penasaran untuk mengetahui lebih jauh bagaimana jejak karier Afriansyah Noor hingga mencapai posisi strategis di pemerintahan saat ini.

Latar Belakang & Pendidikan

Afriansyah Noor lahir di Jambi pada 20 April 1972 dan menghabiskan sebagian masa kecilnya di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan.

Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 5 Lubuk Linggau, SMP Negeri 3 Lubuk Linggau dan SMA Negeri 4 Jambi, yang ia selesaikan pada tahun 1990.

Untuk pendidikan tinggi, Afriansyah mendapat gelar Sarjana Teknik dari Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) pada tahun 1997.

Selanjutnya, ia menyelesaikan Magister Ilmu Administrasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI) pada tahun 2010.

Baru‐baru ini, ia juga menyelesaikan Program Profesi Insinyur (PPI) di Universitas Sriwijaya, Palembang, pada 2023.

Tambahan lagi, gelar Doktor Administrasi Publik dengan predikat cum laude diraihnya di Universitas Sriwijaya pada 2024 dengan disertasi berjudul Model Collaborative Governance dalam Evaluasi Program Peningkatan Kualitas Pekerja Migran Indonesia.

Awal Karier Profesional: Pengawas Proyek dan Dunia Bisnis Swasta

Sebelum resmi menyelesaikan studinya, pada tahun 1996, Afriansyah Noor mulai bekerja sebagai pengawas proyek di PT Nusa Raya Cipta.

Dari situ, ia bergeser ke berbagai peran direktur di perusahaan swasta:

Direktur Operasional PT Harna Ruas Permai (1998–2000)

Direktur Marketing PT Yosinesta Dwipratama (2004)

Direktur Operasional PT Kamba 9 (2004–2005)

Direktur Operasional PT Georai Pratama (2005)

Dari 2005 sampai 2008, ia menjadi Direktur Pengamanan Aset dan Penertiban di DP3KK (Badan Pengelola Komplek Kemayoran) yang kini dikenal sebagai PPKK BLU di lingkungan Sekretariat Negara.

Kiprah Politik & Organisasi

Afriansyah aktif di panggung politik sejak 1998, ketika ia mulai bergabung dengan Partai Bulan Bintang (PBB).

Ia dikenal sebagai salah satu orang kepercayaan Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra.

Ia pernah menjabat dua periode sebagai Sekretaris Jenderal PBB (2017-2019, lalu 2019-2024).
Note: pada Juni 2024, Afriansyah diberhentikan dari posisi Sekjen PBB melalui surat yang ditandatangani Yusril.

Selain peran di PBB, ia juga terlibat dalam berbagai organisasi dan kegiatan sosial, termasuk menjadi Dewan Pembina Yayasan Agung Darma Fiskal Plus Education (2004-2005).

Ia juga pernah empat kali mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2004 sampai 2019 namun tidak pernah berhasil terpilih.

Baca Juga: Menko Polkam Baru dari Kalangan Militer, Prabowo Angkat Djamari Chaniago

Jabatan Pemerintahan & Pelantikan Terbaru

Afriansyah Noor pertama kali menjabat Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) sejak 15 Juni 2022 pada Kabinet Indonesia Maju di era Jokowi-Ma’ruf Amin.

Setelah masa jabatan tersebut, pada 17 September 2025 Presiden Prabowo Subianto melantik Afriansyah Noor kembali sebagai Wamenaker menggantikan Immanuel Ebenezer.

Ia sebelumnya juga pernah ditunjuk sebagai Wakil Kepala BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) dalam Kabinet Merah Putih antara 2024-2029, dan jabatan itu ia lepas untuk kembali ke Kementerian Ketenagakerjaan.

Alasan & Konteks Pemilihan Kembali sebagai Wamenaker

Penunjukan kembali Afriansyah Noor sebagai Wamenaker dikaitkan dengan beberapa faktor:

Kasus korupsi yang melibatkan Immanuel Ebenezer tentang pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ditangani oleh KPK membuka ruang bagi penggantinya.

Pengalaman panjang Afriansyah di dunia profesional dan politik menjadi daya tarik: kemampuannya mengelola isu organisasi, memahami urusan ketenagakerjaan, serta latar belakang administrasi publik dan teknik.

Perpindahan politis: dari PBB ke Demokrat sebagai Wasekjen Demokrat sejak sekitar 2025 menunjukkan bahwa Afriansyah memperluas jaringan politiknya.

Tantangan & Harapan ke Depan

Sebagai Wamenaker yang baru, Afriansyah Noor menghadapi beban tugas berat: memperbaiki standar dan sertifikasi Ketenagakerjaan, mengawasi pelaksanaan kebijakan ketenagakerjaan yang adil, serta menanggapi masalah pengusaha dan pekerja secara seimbang.

Selain itu, reputasi publik dan kepercayaan harus dipertahankan, terutama setelah terjadi pergantian pejabat karena kasus hukum.

Ia juga diharapkan mampu membawa inovasi dalam kebijakan tenaga kerja agar lebih responsif terhadap pasaran kerja modern dan tantangan globalisasi. (ghiska-mg-pnm/kid)

Editor : Nur Wachid
#Pengawas Proyek #wakil menteri #afriansyah noor #Jejak karier