Jawa Pos Radar Lawu - Nama Muhammad Qodari tengah menjadi sorotan setelah dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) baru oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dikenal sebagai pengamat politik dan pendiri Indo Barometer, Qodari memiliki rekam jejak panjang di dunia riset serta komunikasi politik.
Tak hanya kiprahnya, laporan kekayaan Qodari yang mencapai Rp 261 miliar juga memicu perhatian publik.
Banyak yang kemudian penasaran dengan profil lengkap Muhammad Qodari, mulai dari latar pendidikan, perjalanan karier, hingga kiprahnya di lingkaran istana.
Latar Belakang Pendidikan
Muhammad Qodari lahir di Palembang, 15 Oktober 1973. Ia menempuh pendidikan S1 di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dengan konsentrasi Psikologi Sosial.
Gelar S2 diraihnya di University of Essex, Inggris, dalam bidang Political Behaviour, sementara gelar doktor Ilmu Politik diperoleh dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2016 dengan disertasi tentang perilaku memilih dalam Pemilu 2014.
Perjalanan Karier dan Dunia Riset
Qodari memulai kariernya sebagai peneliti di Institut Studi Arus Informasi (ISAI) pada 1999–2001.
Ia kemudian dikenal luas sebagai analis dan pengamat politik yang sering tampil di media.
Karier risetnya semakin menonjol saat bergabung di Lembaga Survei Indonesia (LSI) hingga akhirnya mendirikan lembaga surveinya sendiri, Indo Barometer, pada 2006.
Selain itu, ia juga aktif sebagai penulis dan pengajar di berbagai forum akademik.
Menjadi Orang Istana
Jejak politik Qodari membawanya masuk ke lingkaran pemerintahan. Pada 21 Oktober 2024, ia dilantik sebagai Wakil Kepala Staf Kepresidenan (KSP) oleh Presiden Prabowo Subianto.
Setahun kemudian, tepatnya pada 17 September 2025, Qodari resmi ditunjuk sebagai Kepala Staf Kepresidenan, menggantikan AM Putranto.
Penunjukan ini menandai transformasinya dari seorang pengamat politik independen menjadi pejabat tinggi di lingkar dalam istana.
Kekayaan Fantastis Rp261 Miliar
Selain rekam jejak akademik dan politik, publik juga menyoroti laporan LHKPN Muhammad Qodari.
Berdasarkan data resmi, total kekayaannya mencapai Rp261,9 miliar, yang berasal dari tanah dan bangunan, surat berharga, kas, serta aset lainnya.
Jumlah ini membuatnya masuk jajaran pejabat negara dengan harta cukup besar. Fakta ini semakin membuat publik penasaran dengan gaya hidup dan sumber kekayaan Kepala KSP baru tersebut.
Sorotan dan Tantangan ke Depan
Sebagai Kepala KSP, Qodari memikul tanggung jawab besar untuk memastikan kebijakan Presiden dapat dijalankan dengan baik melalui koordinasi lintas kementerian.
Selain itu, latar belakangnya sebagai pengamat politik sekaligus praktisi survei membuat publik menaruh ekspektasi tinggi pada kemampuannya membaca aspirasi rakyat dan menerjemahkannya ke dalam strategi komunikasi politik.
Di sisi lain, sorotan juga muncul terkait perannya yang harus benar-benar netral meski ia memiliki kedekatan dengan dunia politik praktis.
Perjalanan hidup Muhammad Qodari dari peneliti, pengamat politik, hingga akhirnya menduduki kursi Kepala Staf Kepresidenan menjadi bukti bahwa latar akademik dan pengalaman riset bisa mengantarkan seseorang ke posisi strategis di pemerintahan.
Dengan harta kekayaan yang mencapai Rp261 miliar serta rekam jejak panjang di bidang politik, Qodari kini ditunggu kiprahnya untuk menjawab tantangan komunikasi publik dan koordinasi kebijakan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. (ghiska-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid