Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Arus Jalan Diatur Ulang! Polda Metro Hadapi Demo 17 September Ojol Terbesar Tahun Ini

Nur Wachid • Rabu, 17 September 2025 | 20:12 WIB

Demo Ojol Terbesar Tahun Ini
Demo Ojol Terbesar Tahun Ini

Jawa Pos Radar Lawu — Polda Metro Jaya telah mengumumkan rekayasa lalu lintas secara situasional di sejumlah titik utama Jakarta pada hari ini, menyusul demo 17 September. Demo ojol tersebut didampingi mahasiswa.

Langkah ini diambil agar unjuk rasa berjalan tertib, aman, dan tidak mengganggu aktivitas warga secara berlebihan.

Kabag Operasi Ditlantas Polda Metro, Kompol Robby Hefadus, menyebut bahwa jika jumlah peserta aksi membeludak, jalan menuju Medan Merdeka Selatan akan dialihkan.

Ia menjelaskan, kendaraan dari Budi Kemuliaan atau Traffic Light Oteva yang biasa mengarah ke Medan Merdeka Selatan akan dialihkan, sementara dari Kedutaan Amerika, Jalan Medan Merdeka Selatan menuju Sarinah Utara masih bisa dilewati.

Pengalihan ini dimaksudkan agar aliran massa ke lokasi sensitif seperti Kementerian Perhubungan dibatasi jika memungkinkan, hanya diwakili oleh sedikit peserta saja.

Di sisi lain, kawasan DPR/MPR Jakarta Pusat juga menjadi fokus pengalihan arus lalu lintas. Titik-titik strategis seperti Pojokan Ladokgi dan bundaran Semanggi telah dipersiapkan sebagai jalur alternatif agar kemacetan dapat ditekan.

Polisi berharap warga dapat mengantisipasi dengan menggunakan moda transportasi lain atau menghindari lokasi sekitar jika tidak terkait keperluan penting di area demo.

Jumlah personel keamanan yang dikerahkan cukup besar. Sekitar 6.118 aparat gabungan telah disiapkan di wilayah Jakarta Pusat untuk mengawal jalannya aksi demo.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro menegaskan bahwa pengamanan dilakukan dengan pendekatan persuasif.

Tindakan dramatis seperti penggunaan senjata tajam atau pemakaian kekerasan lainnya diusahakan dihindari; fokusnya adalah keamanan warga dan pengemudi itu sendiri.

Aksi unjuk rasa ini sendiri dikomandoi oleh Garda Indonesia asosiasi driver ojol.

Mereka menolak beberapa kebijakan aplikator yang terkait besaran potongan fee, tarif pengiriman barang dan makanan, serta tarif antarmuka aplikasi yang dianggap merugikan driver.

Mereka juga menghendaki RUU Transportasi Online dimasukkan ke dalam Prolegnas 2025-2026, tuntutan penegakan keadilan atas kasus-kasus seperti kematian driver Affan Kurniawan, dan pergantian pejabat di Kementerian Perhubungan.

Rekayasa lalu lintas yang dilakukan bersifat situasional, yang berarti hanya diterapkan jika kondisi di lapangan memerlukan, seperti ketika jumlah massa melebihi kapasitas jalan atau jika ada kemacetan ekstrem.

Polisi mempersiapkan skenario pengalihan jalan-jalan utama, khususnya di sekitar Medan Merdeka Selatan dan ruas menuju DPR/MPR, namun memastikan komunikasi publik agar warga tahu jalur alternatif.

Demonstrasi ojol hari ini diperkirakan akan menjadi salah satu aksi sosial yang mencerminkan kondisi pekerja transportasi daring di Indonesia yang merasa simbolis belum mendapatkan keadilan agar regulasi dan pendapatan mereka lebih adil.

Bila rekayasa lalu lintas dilakukan secara efektif dan komunikasi publik berjalan baik, diharapkan gangguan bisa dikurangi sehingga aspirasi bisa tersampaikan bukan hanya lewat orasi, tapi lewat keadilan nyata. (Ones-mg-PNM/kid)

Editor : Nur Wachid
#polda metro jaya #demo 17 september #DPR MPR RI #demo ojol #Kabag Operasi Ditlantas Polda Metro #RUU Transportasi Online