Jawa Pos Radar Lawu — Sekitar dua ribu pengemudi ojek online (ojol) hari ini turun ke jalanan Jakarta dengan gelombang aksi protes yang cukup besar dalam demo 17 September.
Mereka berencana berkonvoi dari Cempaka Mas menuju Istana Presiden, kemudian Kementerian Perhubungan (Menhub), dan akhirnya berakhir di Gedung DPR RI.
Aksi ini tidak hanya memanggil perhatian publik, tetapi juga memicu tekanan kuat agar kebijakan aplikator dan pejabat terkait ditinjau ulang.
Awal Gerakan dan Titik Kumpul
Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia menyiapkan titik kumpul di markas mereka yang berada di Cempaka Mas, Jakarta Pusat, pada pagi hari.
Demo direncanakan dimulai sekitar pukul 10.30-11.30 WIB. Keputusan ini dibuat setelah berbagai usaha negosiasi sebelumnya dianggap kurang membuahkan hasil.
Sekitar pukul 12.00-13.00 WIB massa diharapkan tiba di DPR RI.
Aksi ini mendapat dukungan dari berbagai komunitas driver dan elemen mahasiswa, termasuk BEM UI. Mereka membawa suara yang menuntut kejelasan dan keadilan regulasi transportasi online.
Tuntutan yang Dibawa
Para driver ojol membuat daftar tuntutan panjang yang dianggap fundamental untuk kelangsungan hidup mereka. Beberapa tuntutan kunci adalah:
Penurunan potongan fee aplikator menjadi maksimal 10% (dari sekitar 20%) agar pendapatan mereka tidak semakin tergerus.
Regulasi tarif yang lebih adil untuk antar barang dan makanan, supaya biaya operasional yang terus naik bisa ditanggung tanpa harus mengorbankan margin driver.
Penghapusan fitur-fitur dalam aplikasi (seperti “aceng”, slot, dan multi-order) yang dianggap merugikan driver karena memaksa mereka menerima order dengan kondisi kurang menguntungkan.
Audit investigatif terhadap potongan biaya aplikator dan transparansi atas besaran potongan tersebut.
Pencopotan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, yang dianggap bertanggung jawab atas kebijakan yang dianggap kurang berpihak kepada driver.
Pengusutan tuntas tragedi maut yang menewaskan Affan Kurniawan sebagai bentuk keadilan bagi pengemudi yang merasa kebijakan dan penegakan hukum belum memihak mereka.
Suasana dan Respons Sementara
Pada pukul 10.00 WIB, lalu lintas di sekitar Istana Negara dan Kementerian Perhubungan masih berjalan normal dan tidak terlihat penutupan jalan.
Polisi sendiri belum terlihat berjaga dalam jumlah besar di kedua lokasi tadi. Beberapa driver memilih tidak ikut aksi hari ini karena kebutuhan ekonominya sebagian lebih memilih tetap online untuk mengambil order.
Konteks dan Signifikansi Aksi
Aksi hari ini bukanlah unjuk rasa spontan. Ia muncul sebagai respons tekanan ekonomi, kebijakan aplikator yang mereka nilai timpang, dan insiden-insiden sebelumnya yang memicu ketidakpuasan, termasuk kematian Affan Kurniawan.
Driver ojol berharap bahwa dengan aksi ini, pemerintah pusat dan pihak aplikator mau mendengarkan tuntutan mereka dan melakukan pembenahan sistemik. (Ones-mg-PNM/kid)
Editor : Nur Wachid