Jawa Pos Radar Lawu - Pengamat politik Rocky Gerung bersama Hersubeno Arief menyebut bahwa Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa, telah melakukan blunder lewat pernyataannya tentang “17+8” tuntutan rakyat.
Pernyataan tersebut dianggap meremehkan aspirasi masyarakat yang menuntut perubahan.
Apa Itu “17+8 Tuntutan Rakyat”
Baca Juga: ESQA Flawless Micro Setting Powder: Bedak Translucent untuk Makeup Tahan Lama dan Anti Kilap
Tuntutan “17+8” adalah rangkaian tuntutan publik yang muncul sebagai respons terhadap situasi ekonomi, keadilan sosial, dan kebijakan publik yang dianggap belum memenuhi harapan rakyat.
Kelompok masyarakat sipil dan influencer memakainya sebagai simbol protes: 17 tuntutan pokok plus 8 tuntutan tambahan terkait kebijakan ekonomi dan sosial.
Pernyataan Kontroversial dari Menkeu Purbaya
Baca Juga: Instaperfect Suede Lip Matte: Rahasia Bibir Natural dengan 16 Warna Nude yang Elegan dan Tahan Lama
Pada 8 September 2025, di hari pertamanya menjabat, Purbaya mengatakan bahwa tuntutan 17+8 tersebut adalah suara “sebagian kecil rakyat”, karena menurutnya banyak yang merasa hidup masih kurang, dan bahwa ketika pertumbuhan ekonomi sudah stabil, keluhan-keluhan seperti itu akan hilang secara otomatis.
Kritik Dari Rocky Gerung dan Hersubeno Arief
Rocky Gerung mengatakan bahwa sebagai Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa seharusnya peka terhadap kondisi rakyat dan memahami alasan di balik tuntutan tersebut.
Menurut Rocky, meremehkan tuntutan rakyat bukanlah cara yang bijak.
Hersubeno Arief juga menyebut bahwa publik dan pasar akan terus membandingkan kapasitas Purbaya dengan Sri Mulyani sebagai Menkeu sebelumnya, terutama dalam hal kepekaan terhadap kondisi sosial-ekonomi rakyat.
Dampak yang Mulai Terlihat
Reaksi publik atas pernyataan Purbaya langsung memicu kritik di media sosial dan opini publik.
Beberapa analis menyebut bahwa ucapan tersebut bisa memicu ketidakpercayaan publik terhadap komitmen pemerintah dalam memenuhi keadilan sosial.
Pasar juga disebut-sebut meresponsnya lewat pelemahan nilai tukar rupiah serta fluktuasi di indeks saham.
Klarifikasi & Permintaan Maaf dari Purbaya
Beberapa waktu setelah pernyataannya menuai kritik, Purbaya mengklarifikasi bahwa maksudnya bukan merendahkan aspirasi rakyat.
Ia menyatakan bahwa ucapannya dipicu oleh keinginannya agar pemerintah bisa fokus pada solusi konkret seperti pemulihan ekonomi dan penambahan lapangan kerja.
Ia juga meminta maaf atas kata-katanya yang dianggap meremehkan. (Ones-mg-PNM/kid)
Editor : Nur Wachid