Jawa Pos Radar Lawu - Wilayah Malang diguncang gempa secara beruntun dalam dua hari terakhir, membuat warga panik dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Fenomena gempa Malang 2 hari nonstop ini langsung memicu pertanyaan publik mengenai penyebabnya dan kemungkinan akan terjadi gempa berikutnya.
Menanggapi keresahan tersebut, BMKG buka suara dan memberikan penjelasan resmi, termasuk soal isu apakah benar ada potensi susulan lebih besar yang perlu diwaspadai masyarakat.
Kronologi Gempa Dua Hari Berturut-turut
Baca Juga: Viral Pidato Pelajar Nepal, Suara Sekolah yang Menyalakan Api Perlawanan Gen Z
Wilayah Kabupaten Malang diguncang gempa bumi beruntun pada 11 dan 12 September 2025.
Pada Kamis, 11 September 2025 pukul 10.14 WIB, gempa dengan magnitudo 5,1 terjadi di koordinat 9,59 LS – 112,86 BT atau sekitar 164 km tenggara Malang dengan kedalaman 10 km.
Sebelumnya, pagi hari pada pukul 05.41 WIB juga tercatat gempa magnitudo 3,8 di wilayah Malang dengan kedalaman 10 km.
Keesokan harinya, Jumat, 12 September 2025 pukul 07.31 WIB, gempa kembali terjadi dengan magnitudo 3,7 pada titik 176 km tenggara Kabupaten Malang.
Meski gempa beruntun ini cukup terasa hingga Blitar dan Tulungagung, BMKG memastikan bahwa kejadian tersebut tidak berpotensi tsunami.
Penjelasan Resmi BMKG
Pihak BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) menyampaikan bahwa data gempa yang dirilis masih bersifat preliminer, sehingga bisa saja berubah seiring analisis data tambahan.
BMKG menjelaskan bahwa gempa yang terjadi merupakan aktivitas tektonik akibat pergerakan lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia di selatan Jawa.
Fenomena ini umum terjadi di wilayah rawan gempa seperti Malang.
Terkait kemungkinan gempa susulan, BMKG menegaskan bahwa gempa bumi sulit diprediksi secara pasti, baik soal waktu maupun kekuatan.
Namun, masyarakat diminta tetap tenang dan waspada, serta hanya merujuk pada informasi resmi dari BMKG untuk menghindari kepanikan akibat berita hoaks.
Reaksi dan Keresahan Warga
Serangkaian gempa ini membuat masyarakat resah.
Banyak warga yang langsung keluar rumah saat merasakan getaran, bahkan sebagian masih trauma dengan gempa besar yang pernah mengguncang Malang dan sekitarnya pada tahun-tahun sebelumnya.
Di media sosial, tagar terkait #GempaMalang sempat ramai diperbincangkan. Warga saling berbagi pengalaman saat merasakan guncangan, sekaligus bertanya-tanya apakah gempa ini pertanda akan ada yang lebih besar.
Antisipasi dan Langkah Mitigasi
Para ahli mengingatkan bahwa Jawa Timur, termasuk Malang, memang berada di kawasan rawan gempa karena dekat dengan zona subduksi.
Oleh sebab itu, warga diminta:
Mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul terdekat.
Tidak mudah percaya pada isu atau ramalan yang tidak berdasarkan data ilmiah.
Memastikan bangunan rumah memiliki struktur yang tahan terhadap gempa.
Rangkaian gempa Malang 2 hari nonstop memang cukup mengejutkan warga, terlebih dengan adanya gempa magnitudo 5,1 yang cukup kuat dirasakan.
Meski begitu, BMKG sudah buka suara dan menegaskan bahwa hingga kini tidak ada potensi tsunami serta data gempa masih dalam tahap analisis.
Pertanyaan soal apakah akan ada potensi susulan lebih besar masih menjadi perhatian, tetapi yang pasti masyarakat diminta untuk tetap tenang, waspada, dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG. (ghiska-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid