Jawa Pos Radar Lawu - Di jantung Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), tersembunyi sebuah destinasi wisata yang kerap dijuluki permata biru Sumatera: Danau Kaco.
Terletak di Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, danau ini berada di ketinggian 1.229 meter di atas permukaan laut.
Panorama hutan tropis, udara sejuk, dan cahaya misterius dari dalam danau membuat siapa pun yang datang akan terpesona.
Perjalanan Menuju Danau Kaco
Baca Juga: Eksplor Wisata Jambi: 5 Destinasi Alam dan Budaya yang Wajib Dikunjungi
Menuju Danau Kaco membutuhkan semangat petualangan. Dari Kota Jambi ke Sungai Penuh berjarak sekitar 500 km dengan waktu tempuh 10–11 jam.
Perjalanan dilanjutkan ke Desa Lempur selama 45 menit menggunakan kendaraan, lalu trekking 3–5 jam melewati hutan lebat.
Sepanjang jalur, pengunjung disuguhi pemandangan alami, suara burung hutan, dan air terjun kecil yang menambah kesan eksotis.
Legenda Mistis di Balik Cahaya
Danau Kaco bukan hanya soal keindahan. Ia juga menyimpan kisah legenda yang turun-temurun. Warga percaya cahaya biru terang dari dasar danau berasal dari intan peninggalan Raja Gagak.
Konon, intan tersebut adalah mas kawin para pangeran yang ingin melamar Putri Napal Melintang, putri Raja Gagak.
Namun karena keserakahan sang raja, putri beserta harta itu justru dibenamkan ke dasar danau.
Sejak saat itu, Danau Kaco dikenal dengan sinar misterius yang menyilaukan, terutama saat bulan purnama.
Baca Juga: Ada Masjid yang Dibangun 1854, Ini Tujuh Wisata Religi di Sumatera yang Menenangkan Jiwa
Daya Tarik Unik dan Misteri Alam
Dengan luas sekitar 90 meter persegi, Danau Kaco memiliki warna air cyan kebiruan yang jernih bagai kaca. Pada malam bulan purnama, cahaya airnya memantul terang seolah menyulap danau menjadi lukisan alam.
Keindahan ini bukan sekadar mitos, penelitian menyebut warna biru muncul karena mineral alami di sedimen dan struktur molekul airnya.
Kejernihan Danau Kaco juga memunculkan misteri lain: kedalaman yang tak pernah pasti. Meski pengukuran lokal mencatat hingga 20 meter, beningnya air membuat sulit memastikan seberapa dalam danau sebenarnya.
Uniknya, beberapa biota air seperti ikan semah dan alga hijau juga ditemukan hidup di dalamnya.
(*/naz)
Penulis: Indah Fitri Nugraheni/Politeknik Negeri Madiun