Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Viral Pidato Pelajar Nepal, Suara Sekolah yang Menyalakan Api Perlawanan Gen Z

Nur Wachid • Jumat, 12 September 2025 | 17:24 WIB
Piato Pelajar Nepal
Piato Pelajar Nepal

Jawa Pos Radar Lawu - Viral pidato pelajar Nepal tengah menjadi perbincangan hangat di berbagai media sosial.

Rekaman orasi seorang siswa di ruang sekolah itu membuat publik tercengang dan ikut terbawa suasana emosional.

Dari podium sederhana, lahirlah suara sekolah yang penuh semangat dan keberanian.

Tak disangka, pidato itu berubah menjadi percikan yang menyalakan api perlawanan Gen Z.

Kini, generasi muda Nepal bangkit membawa pesan perubahan yang menggema hingga ke jalanan.

Fakta & Latar Belakang

Sebuah video lama dari sekolah Nepal kembali viral di tengah gelombang protes Gen Z yang mengguncang negeri itu.

Pemuda bernama Abiskar (atau Ora / Avishkar) Raut kepala siswa di Holy Bell English Secondary School, Jhapa melakukan pidato keras dalam acara tahunan sekolahnya sekitar Maret 2025.

Pidato ini mengangkat isu-isu berat seperti korupsi, pengangguran, dan kekecewaan terhadap partai politik yang dianggap mengkhianati masa depan generasi muda.

Kronologi Kebangkitan dari Sekolah ke Jalanan

Awalnya pidato itu hanya menjadi sorotan di dalam lingkungan sekolah dan unggahan media sosial biasa.

Namun saat pemerintah Nepal memblokir 26 aplikasi media sosial, termasuk Facebook, WhatsApp, X, dan lainnya, rakyat muda yang sudah lama menahan rasa frustrasi mendadak tersulut.

Video pidato sang pelajar mendadak “dihidupkan kembali” dibagikan ulang, dikutip, dan dijadikan semacam panggilan moral untuk bertindak.

Protes yang semula damai berkembang menyala: ribuan pelajar dan kaum muda turun ke jalan menuntut transparansi, pemimpin baru, dan penghapusan hambatan ekonomi.

Kerusuhan pecah di sejumlah kota, bentrokan dengan aparat terjadi, beberapa orang tewas, beberapa lainnya terluka.

Pemerintah pun akhirnya mencabut larangan media social.

Isi Pidato yang Menggetarkan

Pidato Abiskar Raut disampaikan dengan gaya penuh semangat: “We are the fire that will burn away the darkness… We are the storm that will sweep away injustice,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa Nepal, sebagai “ibu” yang telah memberi hidup dan asuhan, hanya meminta satu hal kembali: kejujuran, kerja keras, kontribusi yang nyata.

Namun faktanya banyak pemuda merasa dibelenggu oleh pengangguran, dijebak permainan kekuasaan politik yang egois, dan punya sedikit ruang untuk impian.

Respon Publik & Pengaruh Besar

Responnya luar biasa. Netizen memuji keberanian Abiskar, dengan banyak yang mengatakan pidatonya tak hanya inspiratif tapi juga “merinding,” “seakan suara yang selama ini terpenjara akhirnya bebas berbicara.”

Beberapa menyebut gaya pidatonya ekstrem, bahkan membandingkannya ke figur pidato berapi-api karena intensitas emosinya.

Protes Gen Z pun menunjukkan bahwa pidato sekolah bukan lagi sekadar acara internal: ia telah menjadi simbol harapan dan kemarahan kolektif.

Pemerintah Nepal bahkan sampai harus mencabut larangan media sosial dan mengumumkan perubahan politik karena tekanan massa.

Pidato seorang pelajar yang awalnya dianggap hanya retorika sekolah berubah menjadi nyala api yang menyulut gelombang protes seluruh negeri.

Saat suara generasi muda sudah tak bisa diremehkan lagi, satu pertanyaan besar muncul: apakah pidato-sekolah seperti ini akan menjadi senjata utama Gen Z untuk mengguncang tatanan lama dan menegakkan keadilan yang selama ini tertunda? (ghiska-mg-pnm/kid)

Editor : Nur Wachid
#perlawanan Gen Z #pidato pelajar Nepal #viral