Jawa Pos Radar Lawu -Banjir Bali melanda beberapa wilayah, termasuk Denpasar, Badung, Gianyar, dan Jembrana.
Curah hujan tinggi yang mengguyur sejak dua hari lalu menyebabkan sungai meluap dan banyak titik tidak mampu menampung limpahan air.
Baca Juga: Profil Charlie Kirk yang Tewas Ditembak Misterius, FBI Buru Bukti Video Penembakan di Utah
Berdasarkan data Polda Bali yang dihimpun Rabu petang, korban tewas akibat banjir telah mencapai 9 orang, sementara 6 orang masih dinyatakan hilang.
Korban tewas tersebar di beberapa kabupaten/kota: Denpasar (4), Badung (1), Gianyar (2), dan Jembrana (2).
Beberapa rumah, kios, dan ruko rusak parah. Di hitungan awal, 474 bangunan termasuk kios dan rumah toko terdampak kerusakan materiil.
Korban
Seorang ibu hamil dua bulan bernama Nita Kumalasari (23) ditemukan tewas setelah terseret arus banjir di Desa Pengambengan, Jembrana.
Sepeda motornya tergelincir, dan kondisi jalan yang terendam membuatnya tak mampu melawan derasnya air.
Di Desa Dangintukaya, seorang warga bernama I Komang Oka Sudiastawa (38) meninggal diduga tersetrum listrik saat banjir merendam area rumahnya.
Genangan air tinggi dan adanya kabel listrik yang terkena air memperparah risiko.
Upaya Penanggulangan & Kondisi Darurat
Baca Juga: Harta Kekayaan Rahayu Saraswati Tembus Rp 34 Miliar, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR RI
Pemerintah telah menetapkan status darurat bencana untuk Provinsi Bali selama satu pekan ke depan.
Tim gabungan SAR, Basarnas, BNPB, dan BPBD setempat dikerahkan untuk evakuasi dan pencarian korban hilang. Proses pencarian dilakukan selama 6×24 jam sesuai SOP.
Infrastruktur vital seperti jalan dan jembatan mengalami kerusakan, beberapa rumah toko dan kios yang berada di pasar tergenang atau rusak berat.
Penyebab & Prediksi Cuaca
Laporan BMKG dan BNPB menyebut banjir dipicu oleh fenomena cuaca Gelombang Rossby-Kelvin, yang memicu curah hujan sangat tinggi dalam waktu singkat.
Muka air di sungai-sungai telah mulai menurun di banyak titik per malam hari (sekitar pukul 21.00 WITA), meski genangan masih terjadi di beberapa tempat. (Ones-mg-PNM/kid)
Editor : Nur Wachid