Jawa Pos Radar Lawu - Biro Investigasi Federal (FBI) mendesak masyarakat luas untuk menyebarkan foto atau video yang merekam insiden penembakan terhadap Charlie Kirk.
Permintaan ini disampaikan melalui akun resmi FBI di platform X, tak lama setelah Kirk ditembak saat tampil di acara "The American Comeback Tour" di Utah Valley University (UVU).
Insiden penembakan terjadi di depan sekitar 3.000 orang. Dalam rekaman yang beredar, Kirk terlihat mundur dari podium saat darah mengucur dari lehernya.
Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Regional Timpanogos, namun nyawanya tidak tertolong. Charlie Kirk meninggal pada usia 31 tahun.
Profil Singkat Charlie Kirk
Charles James Kirk lahir pada 14 Oktober 1993 di Arlington Heights, Illinois, dan dikenal luas sebagai pendiri dan CEO Turning Point USA (TPUSA)—sebuah organisasi konservatif yang aktif di kampus-kampus Amerika.
Ia juga memimpin Turning Point Action dan menjadi salah satu suara terkemuka sayap kanan di AS.
Kirk dikenal sebagai sekutu dekat Donald Trump dan aktif menyuarakan isu-isu konservatif seperti anti-aborsi, anti-kontrol senjata, serta teori nasionalisme Kristen.
Ia juga pembawa acara radio dan podcast The Charlie Kirk Show yang punya jutaan pendengar setiap bulan.
Riwayat dan Kontroversi
Karier politik Charlie Kirk tidak lepas dari kontroversi. Ia aktif menyebarkan klaim kecurangan pemilu 2020, misinformasi COVID-19, serta pandangan ekstrem terkait ras, agama, dan LGBTQ.
Ia juga pernah mengklaim bahwa Undang-Undang Hak Sipil 1964 adalah kesalahan besar, yang menuai kecaman luas.
Kirk mendirikan Turning Point Faith, sayap keagamaan TPUSA yang bertujuan “mengembalikan nilai-nilai Kristen dalam politik”.
Dalam dua tahun terakhir, ia getol mengampanyekan nasionalisme Kristen secara terbuka.
FBI dan Investigasi Penembakan
FBI telah menahan satu orang yang diduga terkait dengan penembakan, namun orang tersebut akhirnya dibebaskan karena tidak terbukti sebagai pelaku utama.
Agen Khusus FBI Robert Bohls menyebut kasus ini “masih dalam tahap awal”, dan penyelidikan terus berlanjut.
Direktur FBI Kash Patel meminta masyarakat segera mengunggah rekaman atau informasi melalui formulir daring yang telah disediakan.
Hal ini dinilai krusial untuk mengungkap siapa pelaku sesungguhnya dan motif di balik pembunuhan yang mengguncang dunia politik Amerika.
Reaksi Global: Duka dan Isu Keamanan Politik
Kematian Charlie Kirk memicu gelombang duka dari berbagai pihak, mulai dari Presiden Donald Trump hingga sejumlah pemimpin internasional.
Bendera AS dikibarkan setengah tiang hingga 14 September 2025 sebagai penghormatan nasional.
Banyak pihak mengecam keras meningkatnya kekerasan bermotif politik di Amerika Serikat. Penembakan ini dinilai menjadi simbol dari meningkatnya ekstremisme dan perpecahan ideologi yang membahayakan demokrasi.
Charlie Kirk, tokoh konservatif kontroversial dan berpengaruh, kini telah tiada. Di balik segala kritik dan perbedaan pandangan, kematiannya membuka luka baru bagi politik Amerika.
Sementara itu, FBI berharap publik dapat membantu mempercepat pengungkapan kasus dengan menyumbangkan bukti visual dari lokasi kejadian. (kid)
Editor : Nur Wachid