Jawa Pos Radar Lawu - Sebuah video yang beredar memperlihatkan perilaku histeris seorang pria di ruang bersalin di RSI Sultan Agung, Semarang.
Pria ini yang kemudian diidentifikasi sebagai dosen Fakultas Hukum Unissula, Muhammad Dias Saktiawan tampak marah-marah dan melontarkan umpatan kepeda dokter anestesi dan bidan akibat perselisihan soal metode persalinan.
Sebuah video yang beredar memperlihatkan perilaku histeris seorang pria di ruang bersalin di RSI Sultan Agung, Semarang.
Pria ini yang kemudian diidentifikasi sebagai dosen Fakultas Hukum Unissula, Muhammad Dias Saktiawan tampak marah-marah dan melontarkan umpatan kepeda dokter anestesi dan bidan akibat perselisihan soal metode persalinan.
Dewan Pengawas RSI Sultan Agung, Farhat Suryaningrat, menyatakan bahwa insiden itu bukan tindakan kekerasan fisik.
Sebaliknya, ia menggarisbawahi bahwa situasinya bermula dari kepanikan sang ayah saat istrinya menjalani persalinan berisiko tinggi yang kemudian menolak keinginan tim medis untuk melakukan operasi caesar.
RSI menyampaikan bahwa persoalan telah diselesaikan secara internal tanpa membawa proses ke ranah hukum.
Pihak rumah sakit menegaskan komitmennya untuk memperkuat protokol SOP guna melindungi tenaga medis di masa mendatang.
Unissula Turun Tangan
Baca Juga: Cari Foundation Ringan Tahan Lama? Coba MAKE OVER Liquid Matte yang Anti Luntus saat Cuaca Panas
RSI menyampaikan bahwa persoalan telah diselesaikan secara internal tanpa membawa proses ke ranah hukum.
Pihak rumah sakit menegaskan komitmennya untuk memperkuat protokol SOP guna melindungi tenaga medis di masa mendatang.
Pendampingan IDI Tetap Diberlakukan
Ketua IDI Jateng, dr. Telogo Wismo, menyatakan keprihatinannya dan menegaskan komitmen IDI untuk mendampingi tenaga medis apabila tindakan tersebut dibawa ke ranah hukum.
Organisasi profesi ini tetap waspada terhadap potensi intimidasi terhadap tenaga kesehatan. (Ones-mg-PNM/kid)
Editor : Nur Wachid