Jawa Pos Radar Lawu - Setelah demonstrasi besar yang mengguncang negeri, muncul rumor bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mundur atau dicopot.
Namun, Istana dengan tegas membantah keduanya dan menegaskan bahwa pergantian tersebut adalah keputusan prerogatif Presiden Prabowo Subianto atas dasar evaluasi kabinet.
Semua Adalah Prerogatif Presiden
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa Sri Mulyani tidak mengundurkan diri atau diberhentikan secara paksa.
"Bukan mundur, bukan dicopot. Bapak Presiden sebagai Kepala Negara dan pemerintahan melakukan evaluasi dan memutuskan perubahan formasi," tuturnya di Istana Negara.
Langkah Reaksi atas Gelombang Demonstasi
Reshuffle ini ditengarai sebagai respons pemerintah terhadap gelombang demo dan kerusuhan di berbagai daerah, termasuk penjarahan rumah Sri Mulyani simbol penguasa yang dianggap menjauh dari rakyat.
Dalam sidang reshuffle, Presiden Prabowo mengganti lima menteri, termasuk Sri Mulyani, sebagai bentuk evaluasi dan penataan ulang kabinet.
Purbaya Yudhi Sadewa Gantikan Sri Mulyani
Baca Juga: Pencairan Bansos PKH Tahap 3 Kabar Baik Datang dari Berbagai Bank Penyalur
Pengganti Sri Mulyani adalah Purbaya Yudhi Sadewa, ekonom yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Ia dilantik dalam reshuffle yang berlangsung secara resmi oleh Presiden Prabowo.
Pemberhentian Sri Mulyani, yang dikenal luas karena kebijakan fiskal yang wartawan dan investor percaya, menimbulkan kekhawatiran.
IHSG turun sekitar 1–1,3%, dan para analis pasar menyatakan khawatir akan berkurangnya disiplin anggaran di pemerintahan baru.
Purbaya Optimis, Namun Tantangan Menanti
Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan target pertumbuhan ekonomi 8% bukanlah hal mustahil.
Ia menegaskan akan memacu partisipasi sektor swasta dan pemerintahan dalam memacu ekonomi secara cepat tanpa menaikkan pajak baru.
Namun, sejumlah analis menyoroti pentingnya menjaga stabilitas fiskal dan batas defisit 3% PDB. (Ones-mg-PNM/kid)
Editor : Nur Wachid