Jawa Pos Radar Lawu – Warga Kelurahan Paoman, Indramayu, diguncang peristiwa tragis penemuan lima jenazah dari satu keluarga yang dikubur dalam satu lubang di belakang rumah mereka, Senin malam (1/9/2025).
Para korban adalah Sahroni (70), anaknya Budi, menantunya Euis, serta dua cucunya, Ratu (7) dan seorang bayi berusia delapan bulan.
Kelima jasad ditemukan setelah warga mencium bau busuk dari halaman rumah milik Sahroni yang beralamat di Jalan Siliwangi Nomor 52.
Awalnya, warga curiga karena keluarga tersebut tidak terlihat selama beberapa hari.
Hilangnya Euis Jadi Awal Kecurigaan
Kronologi penemuan tragis ini bermula dari hilangnya Euis yang tidak terlihat sejak Kamis (28/8/2025).
Padahal, menurut penuturan tetangga bernama Sohib, Euis dikenal aktif berinteraksi dengan warga sekitar.
"Ibu Ayu sempat cerita sudah beberapa hari WhatsApp ke Bu Euis nggak dibalas. Telepon juga nggak diangkat," kata Sohib, Selasa (2/9/2025).
Kecurigaan bertambah saat rumah tampak sepi, tanpa aktivitas. Puncaknya terjadi pada Sabtu dini hari (30/8), ketika dua mobil pikap terlihat terparkir cukup lama di depan rumah Sahroni.
Bau Busuk dan Kaki Menyembul dari Tanah
Senin malam, warga memutuskan mendobrak rumah Sahroni karena bau menyengat dari area samping rumah, tepatnya di dekat pohon nangka.
Meski bagian dalam rumah terlihat rapi dan tidak menunjukkan tanda keributan, bau busuk mengarah pada sebuah gundukan tanah mencurigakan.
Ketika diperiksa lebih lanjut, tampak kaki manusia menyembul dari gundukan tersebut.
Warga segera mencari cangkul dan menggali lokasi itu.
Hasilnya mengejutkan: jenazah Sahroni ditemukan lebih dulu, disusul empat anggota keluarga lainnya yang dikubur dalam lubang yang sama.
"Awalnya kita kira hewan mati, ternyata ada kaki manusia. Ternyata benar jasad Pak Haji Sahroni," jelas Sohib.
Polisi Turun Tangan, Dugaan Pembunuhan Muncul
Penemuan ini segera dilaporkan ke pihak kepolisian.
Tim Inafis bersama petugas dari Polres Indramayu langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Hasil awal menunjukkan tidak ada tanda kekerasan di dalam rumah, memperkuat dugaan bahwa korban dibunuh lalu dikubur secara diam-diam di halaman rumah.
Pihak kepolisian telah memanggil sejumlah saksi dan akan mendalami kasus ini secara menyeluruh, termasuk motif dan kemungkinan keterlibatan pihak ketiga.
Proses autopsi dilakukan di RS Bhayangkara Losarang untuk mengungkap penyebab pasti kematian kelima korban.
Suasana Duka dan Trauma Warga
Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi warga sekitar.
Tak sedikit yang mengaku trauma dan merasa kehilangan sosok keluarga yang selama ini dikenal baik dan ramah.
"Ibu Euis itu baik banget. Kalau ada acara di RT, selalu bantu. Sampai sekarang masih nggak percaya mereka semua meninggal begini," ucap salah satu warga dengan mata berkaca-kaca.
Kematian satu keluarga di Indramayu dengan kondisi terkubur bersama di satu lubang menjadi tragedi yang menggetarkan nurani publik.
Polisi terus menyelidiki kasus ini, sementara warga berharap keadilan ditegakkan dan pelaku segera ditemukan. (kid)
Editor : Nur Wachid