Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Ferry Irwandi Blak-blakan Jaringan Asing di Belakangnya, Diserbu Buzzer Usai Bongkar Dalang Demo Anarkis

Nur Wachid • Rabu, 3 September 2025 | 19:58 WIB
Ferry Irwandi ungkap jaringan asing yang selama ini mendukungnya, satire politik yang buat netizen semakin menyalurkan dukungan padanya.
Ferry Irwandi ungkap jaringan asing yang selama ini mendukungnya, satire politik yang buat netizen semakin menyalurkan dukungan padanya.

Jawa Pos Radar Lawu – Sosok publik figur Ferry Irwandi kembali jadi perbincangan hangat di jagat maya.

Setelah sempat vokal mengkritisi dalang di balik gelombang demo anarkis beberapa waktu terakhir, Ferry mendadak diserbu berbagai tuduhan tak berdasar, termasuk disebut-sebut terafiliasi dengan jaringan asing.

Pemicu utamanya adalah unggahan di media sosial Instagram yang menampilkan Ferry mengenakan kaus bertuliskan Pasukan Revolusi.

Sebuah akun X (Twitter) menanggapi foto itu dengan nada sinis.

Akun tersebut mempertanyakan apakah Ferry bagian dari kelompok tertentu dan meminta pihak militer untuk menyelidiki dugaan keterlibatan asing.

“Aku juga bingung, dibajunya ada Pasukan Revolusi. Tapi hari ini melakukan self defense dengan melempar ke orang lain" tulis akun tersebut. 

"@Puspen_TNI coba periksa apakah jaringan dia terafiliasi dengan asing,” lanjut akun tersebut.

Respons Politik Satire: Sindir Pakai Karakter Star Wars

Alih-alih marah atau menyerang balik secara emosional, Ferry Irwandi memilih strategi satire nan cerdas.

Ia memposting tangkapan layar tuduhan tersebut di Instagram pribadinya, lalu menjawab dengan kalimat yang mengejutkan sekaligus menghibur.

“Ketahuan, udahlah kita buka aja, saya memang terlibat jaringan asing, di belakang saya ada sosok Han Solo, Luke Skywalker, Admiral Ackbar, Mon Mothma dan beberapa nama besar yang lain,” tulis Ferry dengan nada sinis.

Dengan menyebut karakter fiksi dari waralaba Star Wars, Ferry secara gamblang menyamakan tuduhan terhadapnya dengan kisah-kisah fantasi.

Balasan ini kontan menyulut gelak tawa publik dan menjadi viral di berbagai platform.

Viral di Medsos, Dukungannya Meledak

Postingan satire Ferry itu langsung diserbu lebih dari 566 ribu likes dan 16 ribu komentar hanya dalam waktu singkat.

Kolom komentarnya dipenuhi pujian atas kelucuan dan kecerdikan respons Ferry yang dinilai mampu meredam narasi negatif dengan cara elegan.

“Kasih paham king,” tulis salah satu warganet.

“Tugas buzzer itu emang untuk spesialis adu domba ya bg?” tambah komentar lainnya.

Namun, di tengah tawa dan dukungan, banyak juga yang menyoroti pola tuduhan di media sosial yang kini makin sering digunakan untuk menjatuhkan pihak tertentu.

Terutama mereka yang vokal menyuarakan kritik terhadap kekuasaan atau narasi dominan.

“Ingat, sekarang tugas buzzer adalah menuduh kita buzzer!” sindir seorang pengguna lain.

Kritik terhadap Kultur Fitnah Digital

Fenomena yang dialami Ferry Irwandi dinilai sebagai contoh nyata bagaimana aktivis atau tokoh kritis terhadap kebijakan pemerintah atau elite bisa menjadi sasaran disinformasi dan framing jahat di ruang digital.

Langkah Ferry yang memilih membalas dengan satire dibanding debat berkepanjangan menjadi strategi efektif yang dipuji banyak pihak.

Selain berhasil mematahkan narasi buruk, gaya humor dan kepiawaiannya berkomunikasi di media sosial juga memberi warna baru dalam diskursus politik digital.

Konteks: Usai Soroti Dalang Demo Anarkis

Tudingan ini muncul tak lama setelah Ferry Irwandi terang-terangan menyuarakan keprihatinannya terhadap aksi-aksi demo anarkis yang menjurus kekerasan dan perusakan fasilitas umum.

Dalam beberapa unggahan sebelumnya, ia menyerukan pentingnya menjaga demokrasi tanpa kekerasan serta mengajak publik berpikir jernih tentang siapa sebenarnya yang diuntungkan dari kekacauan tersebut.

Dugaan keterlibatan pihak asing dan narasi "pasukan revolusi" yang disematkan padanya seolah menjadi respons balik dari pihak-pihak yang tak nyaman dengan suara kritisnya.

Ferry Irwandi menunjukkan bahwa di era digital, kekuatan humor dan satire bisa menjadi senjata ampuh melawan hoaks dan framing negatif.

Respons cerdasnya tidak hanya mematahkan tuduhan, tetapi juga menghibur dan memperkuat posisinya sebagai figur publik yang tak mudah diintimidasi. (kid)

 

Editor : Nur Wachid
#Jaringan asing #Politik satire #ferry irwandi #dalang kerusuhan #Pasukan Revolusi #demo anarkis