Jawa Pos Radar Lawu - Malam yang biasanya tenang berubah menjadi gelap gulita saat tubuh seorang diplomat Indonesia terjatuh di jalanan.
Zetro Leonardo Purba, diplomat junior yang tengah mengayuh sepeda pulang, tiba-tiba diserang menjadi korban pembunuhan berkontrak yang kini sedang diselidiki pihak berwenang.
Detik-Detik Tragis di Jalanan
Kamera pengawas merekam seorang pelaku berseragam helm menembakkan beberapa tembakan dua tembakan menghantam dan satu lagi menghujam kepala korban.
Para pelaku kemudian melarikan diri menggunakan sepeda motor. Tidak ada barang yang hilang menegaskan bahwa serangan ini bukan tindakan perampokan biasa.
Korban dan Lingkungan Diplomatik Terkoyak
Baca Juga: Siapa George Soros? Akun Prabowo Subianto Sebut Dalang Kerusuhan Demo, Ancam Masa Depan Rakyat!
Zetro, berusia 40 tahun, telah bertugas di KBRI Lima selama sekitar lima bulan. Ia tengah mengayuh sepeda menuju apartemennya saat insiden terjadi.
Ia meninggalkan istri dan tiga anak yang kini menjadi pusat perhatian dan perlindungan diplomatik.
Pihak Berwenang Tangani kaasus Ini sebagai Pembunuhan Berencana
Menteri Dalam Negeri Peru menyebut kasus ini sebagai qualified homicide pembunuhan berencana.
Indonesia segera menuntut penyelidikan transparan dan perlindungan optimal bagi seluruh diplomat RI di wilayah tersebut.
Peru Guncang oleh Tingginya Tingkat Kejahatan
Peristiwa ini menjadi peringatan keras atas meningkatnya ancaman di Peru.
Hingga pertengahan tahun ini, negara mencatat lebih dari 6.000 kasus pembunuhan dan hampir 16.000 laporan pemerasan angka tertinggi sejak 2017. (Ones-mg-PNM/kid)
Editor : Nur Wachid