Jawa Pos Radar Lawu - Demo 1 September 2025 Kota Yogyakarta jadi sorotan pagi ini seiring aksi damai bertajuk September Hitam yang disuarakan oleh mahasiswa dari berbagai kampus.
Suasana jadi sedikit bergejolak, tapi civitas mengklaim aksi berjalan tertib dan tetap memerhatikan keamanan dan tata kota.
Mahasiswa yang tergabung dalam Forum BEM se-DIY, Jogja Memanggil, serta sejumlah Lembaga Legislatif Mahasiswa mengajak warga turun ke jalan.
Titik berkumpul dipilih di Bundaran UGM sekitar pukul 09.00 WIB.
Aksi ini menyuarakan beberapa tuntutan penting: pengesahan RUU Perampasan Aset, evaluasi kinerja DPR dan pemerintahan, pembebasan tahanan, keadilan atas kematian Rheza, hingga reformasi Polri radikal.
Titik – Titik yang Perlu Dihindari
Berikut beberapa lokasi yang berpotensi padat dan rawan macet akibat aksi ini:
• Mako Polda DIY – Jalan Ring Road Utara, Sanggrahan, Condongcatur
• Komplek Pemda Kota Yogyakarta – Jl. Prof. DR. Soepomo SH, Muja Muju
• Kantor Pemda DIY – Jl. Malioboro, Suryatmajan
• Pertigaan UIN Sunan Kalijaga, Bundaran UGM, dan Pertigaan Gejayan
• Markas Brimob DIY, Kantor DPRD Kota, dan Polresta Yogya
Latar Belakang dan Konteks Aksi
Aksi ini bukan sekadar perlawanan simbolis banyak tuntutan berfokus pada tuntutan terhadap kebijakan pemerintahan nasional dan lokal, termasuk atas dinamika politik terkini dan insiden kekerasan.
Sementara itu, pemerintah daerah sudah menyiapkan sejumlah antisipasi.
Koordinasi dilakukan dengan tokoh lintas sektor, termasuk tokoh agama, untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Selain itu, beberapa institusi pendidikan merespons dengan kebijakan darurat.
Misalnya, UIN Sunan Kalijaga menetapkan perkuliahan daring untuk pekan pertama semester gasal mulai 1 hingga 4 September guna menjaga keselamatan civitas akademika. (Ones-mg-PNM/kid)
Editor : Nur Wachid