Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Waspada! Sesar Aktif di Semarang Demak Kendal Berpotensi Picu Megathrust, Ini Temuan BRIN

Nur Wachid • Kamis, 28 Agustus 2025 | 01:27 WIB
Sesar aktif di Semarang, Kendal, Demak.
Sesar aktif di Semarang, Kendal, Demak.

Jawa Pos Radar Lawu – Potensi gempa besar kembali mengancam wilayah utara Jawa Tengah. Temuan terbaru Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap adanya struktur sesar aktif di kawasan Semarang, Demak, dan Kendal.

Temuan ini dinilai sangat signifikan karena menunjukkan tanda-tanda adanya aktivitas tektonik aktif yang bisa memicu gempa besar.

Hal itu disampaikan oleh Sonny Aribowo, peneliti bidang Paleoseismologi dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Jumat (8/8/2025).

“Sesar di Semarang ini sudah pasti ada dan aktif karena ditemukan batuan ataupun endapan yang jadi indikatornya,” ujar Sonny, dikutip dari laman BRIN.go.id.

3 Zona Sesar Aktif: Demak, Semarang, dan Kendal

Temuan sesar aktif ini berasal dari ekspedisi geologi darat pada Mei 2025 yang menyusuri tiga zona utama:

Zona Timur (Demak): Ditemukan gawir sesar berupa lereng curam setinggi 1 meter pada endapan aluvial muda. Diyakini ini hasil dari kejadian gempa masa lalu. Lokasi ini ideal untuk pemetaan LiDAR dan survei geolistrik.

Zona Kota (Semarang): Struktur serupa ditemukan di sekitar Taman Makam Pahlawan dengan gawir setinggi 4 meter. Namun, penelusuran lanjut terkendala modifikasi lanskap perkotaan.

Zona Barat (Kendal): Di kawasan Bendungan Juwero, jejak gawir setinggi 0,5–3 meter dan singkapan sesar aktif ditemukan.

Bahkan, bagian sesar terangkat hingga 20 meter di atas sungai, menjadi bukti nyata aktivitas tektonik Holosen.

Patahan Lebih Panjang dari Sesar Lembang

Semarang dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki patahan panjang yang diyakini sebagai satu segmen utuh.

Jika benar demikian, potensi magnitudo gempa dari sesar ini dapat lebih besar dibandingkan sesar pendek.

Menariknya, patahan yang ditemukan di utara Semarang ini bahkan disebut lebih panjang dari Sesar Lembang, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sesar paling aktif di Indonesia.

“Kalau dari permukaan, sesarnya terlihat putus-putus. Tapi nanti akan dipastikan lewat trenching saat ekspedisi Agustus/September 2025,” lanjut Sonny.

Sesar Megathrust dan Potensi Bencana

Penemuan ini mengindikasikan adanya zona megathrust lokal di kawasan utara Jawa Tengah.

Ciri khasnya adalah perbedaan mencolok antara area datar di utara dan kawasan yang lebih tinggi di selatan Kota Semarang. Hal ini mengarah pada aktivitas tektonik yang kuat dan berulang.

BRIN memperingatkan bahwa pergerakan sesar ini bisa menyebabkan gempa bumi berskala besar.

Oleh karena itu, penting dilakukan mitigasi dini dan penyusunan peta risiko gempa terbaru untuk wilayah Semarang dan sekitarnya.

Ekspedisi Lanjutan dan Analisis Ilmiah

Sebagai tindak lanjut, BRIN akan menggelar ekspedisi lanjutan pada Agustus 2025. Tim akan mengambil 10 sampel ilmiah untuk analisis lanjutan, memetakan 7 lokasi baru, dan menyusun draf publikasi ilmiah mengenai potensi gempa dan struktur sesar aktif tersebut. (kid)

 

 

 

Editor : Nur Wachid
#demak #kendal #sesar aktif #megathrust #gempa besar #semarang