Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Idham Chalid yang Gambarnya di Uang Rp 5.000 Itu Ketua DPR RI Terbaik Sepanjang Masa, Hidup Sederhana, Larang Keluarga Pakai Fasilitas Negara

Nur Wachid • Kamis, 28 Agustus 2025 | 01:19 WIB
Idham Chalid, Ketua DPR RI.
Idham Chalid, Ketua DPR RI.

Jawa Pos Radar Lawu – Dalam era ketika banyak pejabat negara menikmati berbagai fasilitas negara, nama KH Idham Chalid justru mencuat sebagai simbol kesederhanaan dan ketegasan dalam menjaga integritas.

Ketua DPR RI periode 1971–1977 itu bahkan mengharamkan keluarganya menggunakan fasilitas negara, termasuk mobil dinas dan fasilitas rumah jabatan.

Ketua DPR RI yang ‘Termiskin’, Tapi Paling Disiplin

Sebagai salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Idham Chalid dikenal luas karena komitmennya terhadap nilai kejujuran dan kesederhanaan.

Ia menjabat sebagai Ketua DPR RI selama dua periode dan menjadi tokoh penting di masa transisi politik Indonesia pasca Orde Lama.

Namun yang membuat publik terkesima, ia tidak pernah membiarkan keluarganya menikmati fasilitas negara.

"Anak-anak hanya boleh makan dari gaji saya, agar mereka terjaga dari uang haram,” demikian pesan Idham kepada istrinya, sebagaimana dikutip dari rekaman wawancara dan dokumentasi keluarga.

Keluarga Naik Metromini, Jualan Nasi, dan Tak Terjun ke Politik

Meski memiliki jabatan tinggi, keluarga Idham Chalid hidup seperti rakyat biasa. Anak-anaknya disebut masih naik metromini, bahkan ada yang berjualan nasi dan minuman di pinggir jalan.

Sikap ini bukan karena beliau tidak mampu, tetapi karena prinsip bahwa fasilitas negara hanya boleh digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan keluarga pribadi.

Tidak hanya itu, anak-anak Idham Chalid juga tidak diarahkan untuk terjun ke politik. Mereka lebih memilih menjadi wiraswasta dan mengembangkan usaha secara mandiri.

Menolak Jadi Komisaris, Memilih Jadi Guru Agama

Usai pensiun dari dunia politik, Idham Chalid menolak tawaran menjadi komisaris BUMN maupun jabatan bergengsi lainnya.

Alih-alih menikmati kekuasaan, ia kembali ke dunia pendidikan dan menjadi guru agama, mengabdikan diri di pesantren dan lingkungan masyarakat.

Warisan Moral Seorang Pejabat yang Langka

Kisah hidup KH Idham Chalid menjadi refleksi bahwa integritas pejabat negara tak selalu diukur dari seberapa tinggi jabatannya, tetapi dari seberapa besar ia menahan diri untuk tidak menyalahgunakan kekuasaan.

Saat ini, ketika isu penyalahgunaan fasilitas negara kerap muncul, cerita Idham Chalid seolah menjadi oase moral yang layak dijadikan panutan, terutama bagi generasi politisi muda. (kid)

 

Editor : Nur Wachid
#Idham Chalid #profil #ketua dpr ri