Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Motif Pembunuhan Ilham Pradipta Gegara Kredit Fiktif Rp 13 Miliar Menguat, Pelaku Ternyata Debt Collector!

Nur Wachid • Senin, 25 Agustus 2025 | 17:03 WIB
Unsoed menyampaikan duka mendalam atas meminggalnya Mohamad Ilham Pradipta, Kepala Cabang BRI Cempaka Putih yang menjadi korban pembunuhan.
Unsoed menyampaikan duka mendalam atas meminggalnya Mohamad Ilham Pradipta, Kepala Cabang BRI Cempaka Putih yang menjadi korban pembunuhan.

JAKARTAJawa Pos Radar Lawu  – Kasus pembunuhan tragis Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI Cempaka Putih, Muhammad Ilham Pradipta, mulai menemukan titik terang.

Fakta baru terungkap: salah satu pelaku penculikan dan pembunuhan sadis itu adalah seorang debt collector.

Dugaan kuat motifnya terkait skandal kredit fiktif bernilai fantastis, mencapai Rp 13 miliar.

Ilham Pradipta diculik pada Rabu (20/8/2025) di wilayah Ciracas, Jakarta Timur.

Keesokan harinya, jasadnya ditemukan di Serang Baru, Bekasi, dalam kondisi mengenaskan: tangan dan kaki terikat, serta mata dilakban.

Kejadian ini mengejutkan publik dan memunculkan sejumlah dugaan motif.

Pelaku Utama Berprofesi sebagai Debt Collector

Salah satu tersangka yang ditangkap adalah EW alias Eras (28), seorang debt collector yang sehari-hari bekerja di Jakarta.

Ia ditangkap saat berusaha kabur ke kampung halamannya di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, melalui Bandara Komodo, Labuan Bajo.

Polda Metro Jaya kemudian menerbangkan EW ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Sebelumnya, tiga tersangka lain yakni AT, RS, dan RAH telah lebih dulu ditangkap di Jakarta Pusat.

Dugaan Motif: Kredit Bermasalah hingga Sengketa Internal

Meski penyidik masih terus mendalami kasus ini, motif kuat yang mengemuka adalah persoalan keuangan, tepatnya terkait kredit fiktif senilai Rp 13 miliar di BRI.

Keterlibatan debt collector dalam pembunuhan seorang kepala cabang bank membuka dugaan bahwa ini bukan kasus penculikan biasa.

Menurut sejumlah sumber internal, korban Ilham Pradipta diduga sedang membongkar praktik kredit fiktif yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

Hal ini bisa saja memicu kemarahan atau kepanikan pihak-pihak yang terlibat dalam skandal tersebut.

Debt collector seperti EW umumnya terhubung dengan proses penagihan atau pengelolaan pinjaman bermasalah yang melibatkan pihak bank maupun rekanan pembiayaan.

Sengketa atau perselisihan terkait pemotongan dana, ketidaksesuaian kontrak, hingga upaya pemerasan bisa menjadi pemicu konflik.

Polisi Terus Dalami Kemungkinan Keterlibatan Pihak Lain

Polda Metro Jaya belum mengungkap apakah EW dan rekan-rekannya bertindak atas inisiatif pribadi atau menjadi suruhan pihak lain yang merasa terancam akibat investigasi korban.

Kombes Pol Wira Satya Triputra, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, menyatakan bahwa pemeriksaan masih berlangsung untuk mengurai jaringan keterlibatan.

“Kami masih mendalami kemungkinan adanya otak pelaku di balik peristiwa ini. Motif ekonomi dan indikasi penghilangan nyawa karena ancaman pengungkapan kasus sedang kami fokuskan,” ujarnya.

Profil Korban: Sosok Teladan dengan Karier Cemerlang

Ilham Pradipta dikenal sebagai sosok pekerja keras dan loyal terhadap institusi tempatnya bekerja.

Kariernya sebagai pimpinan di BRI Cempaka Putih terhenti secara tragis justru ketika ia tengah berupaya menjalankan amanah pengawasan dan penertiban dalam sistem perbankan.

Masyarakat perbankan menyayangkan kejadian ini dan berharap aparat penegak hukum segera mengungkap seluruh dalang pembunuhan agar kasus ini tidak menjadi preseden buruk di dunia keuangan nasional. (kid)

Editor : Nur Wachid
#Kepala Cabang BRI Cempaka Putih #motif pembunuhan #update #pelaku pembunuhan #Ilham Pradipta