Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Tragisnya Balita Meninggal Penuh Cacing, Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Mencegahnya

Nur Wachid • Senin, 25 Agustus 2025 | 19:55 WIB

balita sukabumi terkena cacing
balita sukabumi terkena cacing

Jawa Pos Radar Lawu - Kisah pilu balita Sukabumi yang tubuhnya dipenuhi cacing, seorang balita bernama Raya usia tiga tahun meningal dunia sambil membawa ratusan cacing yang bersarang di tubuhnya.

Disebut dengan infeksi cacing gelang (Ascaris lumbricoides), jenis parasit yang tumbuh subur di lingkungan terbuka, disebut sebagai penyebab utama tragedi ini.

Ketika dibawa ke Rumah sakit, kondisi Raya sudah kritis. Tim medis mencatat bahwa balita itu mengalami syok berat dan ketidaksadaran.

Namun, saat dirinya dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD), muncul pemandangan mengerikan — cacing keluar dari hidungnya, memicu dugaan infeksi serius yang telah merambat lebih jauh.

Serangkaian pemeriksaan lanjutan memastikan bahwa infeksi telah menyebar, bahkan dipercayai mencapai organ vital seperti paru dan otak melalui siklus hidup parasit yang kompleks.

Lokasi tinggal balita malang itu menjunjukkan potensi penyebab utama infeksi yang di deritaa.

Rumah panggung sederhana dengan tanah terbuka di bawahnya, serta kebiasaan bermain tanpa alas kaki yang membuat risiko paparan menjadi tinggi.

Lingkungan semacam ini, tanpa sanitasi memadai, memang merupakan sarang bakteri dan parasit.

Pakar kesehatan menegaskan bahwa kondisi seperti ini bukan kasus umum, melainkan peringatan serius.

Ketika telur cacing tertelan melalui tangan kotor atau makanan terkontaminasi, larva akan menetas di usus, kemudian menyebar ke organ lain lewat sistem peredaran darah.

Dampaknya tidak hanya diare atau gangguan cacingan ringan, tetapi bisa berupa pneumonia, penyumbatan usus, penurunan gizi, hingga gangguan perkembangan fisik dan kognitif.

Menanggapi kasus ini, pemerintah mengingatkan kembali pentingnya program pencegahan seperti pemberian obat cacing massal, kampanye hidup bersih (PHBS), serta penguatan sanitasi terutama di daerah rawan.

Dr. Sandy Perkasa dari EMC Alam Sutera juga menyoroti pentingnya edukasi kepada orang tua dan sekolah mengenai pentingnya kebersihan tangan dan kebiasaan hidup sehat. (Ones-mg-PNM/kid)

Editor : Nur Wachid
#Ascaris lumbricoides #cacing gelang #igd #Balita Meninggal Penuh Cacing #infeksi