Jawa Pos Radar Lawu - Seniman sekaligus penyanyi kondang Soimah Pancawati tengah jadi buah bibir warganet.
Hal ini dipicu pengakuannya saat hadir di podcast YouTube Raditya Dika yang menyinggung perlakuannya terhadap pacar anak sulungnya.
Dalam tayangan yang diunggah Rabu (13/8), Soimah terang-terangan menyebut pernah “mengospek” pacar putranya dengan cara bicara yang keras.
“Justru awal-awal aku ospek pacarnya (anak), maksudnya dengan mulutku ini pokoknya aku ospek, awal-awal dia nangis,” ujar Soimah.
Pengakuan itu membuat publik kaget. Sang pacar yang diduga Yosika Ayumi disebut sampai menangis bahkan meminta putus usai dimaki oleh Soimah.
Ketika Raditya Dika bertanya soal maksud “ospek”, Soimah menjawab lugas.
“Pokoknya aku maki-maki dengan caraku. ‘Lu nggak ada cowok lain, nggak ada laki-laki lain? Macarin anak SMA?’,” katanya.
Soimah juga mengakui ucapannya kala itu bernada kasar.
“Pokoknya banyak kata-kataku yang ketus nggak bisa aku omongin di sini. Malamnya anakku pulang habis nganterin pacarnya, terus bilang, ‘Bu, tadi ngomong apa sama si A? Dia minta putus’,” lanjutnya.
Namun, ia tetap santai menanggapi kabar tersebut.
“Ya putus aja, ngapain repot. Nyari lagi,” ujarnya.
Alasan Soimah Ospek Pacar Anak
Lebih lanjut, perempuan kelahiran 29 September 1980 itu menjelaskan bahwa sikap kerasnya disengaja sejak awal.
“Jadi kalau kalian menilaiku langsung buruk, langsung nggak betah ya nanti next nggak akan betah,” tegasnya.
Soimah juga mengungkapkan bahwa setelah kejadian itu, pacar anaknya sempat meminta maaf.
“Ya selanjutnya dia datang minta maaf,” jelas Soimah.
Ia menambahkan, proses “ospek” yang dilakukannya tidak berhenti sampai di situ.
“Dia yang terima, aku nggak akan melunak. Dan itu masih prosesnya masih berjalan, yang aku ospek itu masih berjalan sampai hari ini,” tambahnya.
Reaksi Warganet
Pengakuan Soimah tersebut langsung menuai kontroversi di media sosial. Banyak pengguna internet menilai tindakannya terhadap pacar sang anak terlalu berlebihan dan tidak pantas dilakukan.
Sebagian warganet menilai sikap Soimah terkesan merendahkan orang lain, sementara yang lain menyoroti alasannya yang dianggap hanya pembenaran diri.
Tak sedikit pula yang menyebut bahwa pasangan anak Soimah seharusnya juga dihargai, karena sama berharganya di mata orang tuanya sendiri.
(*/naz)
Penulis: Diva Vania Candrawati/Politeknik Negeri Madiun