Jawa Pos Radar Lawu - Warga dibuat panik setelah Bekasi diguncang 7 kali gempa dalam semalam. Getaran terasa di berbagai wilayah, bahkan sampai ke Jakarta dan Depok.
Tak cukup sampai di situ, keesokan harinya disusul guncangan pagi hari yang kembali bikin was-was.
Artikel ini akan mengulas kronologi gempa, dampaknya, dan bagaimana respon masyarakat serta imbauan BMKG.
Rabu malam (20 Agustus 2025) jadi malam yang bikin warga Bekasi deg-degan.
BMKG mencatat ada gempa utama dengan magnitudo 4,7, lalu disusul enam kali gempa susulan.
Semua pusat gempa berada di darat, sekitar 14–19 km tenggara Kabupaten Bekasi, dengan kedalaman 10 km saja.
Bayangkan, baru saja agak tenang dari guncangan pertama, kemudian datang gempa-gempa kecil lainnya.
Getaran Sampai Mana Saja?
Guncangannya tidak cuma terasa di Bekasi. Warga di Purwakarta, Cikarang, Depok, bahkan Jakarta juga ikut merasakan.
Di beberapa daerah, getaran terasa kayak truk besar lewat depan rumah.
Di Bandung, Tangerang, sampai Pandeglang, getaran masih kerasa walau lebih ringan.
Ada Korban atau Kerusakan?
Syukurlah, nggak ada laporan korban jiwa.
Tapi, satu musala di Desa Sukabungah, Kecamatan Bojongmangu, roboh akibat guncangan.
Warga yang sedang beribadah pun panik dan langsung berhamburan keluar.
Pagi-Pagi Masih Diguncang Lagi!Belum sempat pulih dari panik semalam, Kamis pagi (21 Agustus 2025) pukul 06.05 WIB warga Bekasi kembali dikejutkan dengan gempa susulan magnitudo 3,3.
Untungnya guncangannya relatif kecil, jadi nggak sampai bikin kerusakan baru.
Peristiwa ini jadi pengingat kalau wilayah sekitar Jabodetabek juga punya potensi gempa.
BMKG mengimbau warga tetap tenang, jangan mudah termakan isu hoaks, dan selalu waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Malam di Bekasi yang biasanya ramai, kali ini jadi heboh gara-gara gempa beruntun.
Untungnya, meski sempat bikin panik, kondisi relatif aman. Semoga ke depan kita semua makin siap siaga menghadapi bencana alam. (ghiska-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid