Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Sejarah Hari Pramuka 14 Agustus: Dari Baden-Powell hingga Soekarno

Suci Oktavia • Selasa, 19 Agustus 2025 | 01:20 WIB

caption untuk twibbon hari Pramuka
caption untuk twibbon hari Pramuka

Jawa Pos Radar Lawu - Setiap tanggal 14 Agustus, Indonesia selalu memperingati Hari Pramuka.

Bukan sekadar seremonial, peringatan ini menjadi momentum untuk mengingat sejarah panjang gerakan kepanduan sekaligus meneguhkan semangat generasi muda dalam satya dan darma.

Asal Usul Gerakan Kepanduan Dunia

Gerakan kepanduan dunia pertama kali lahir pada tahun 1907 di Pulau Brownsea, Inggris.

Lord Robert Baden-Powell mengadakan perkemahan yang melatih anak-anak muda untuk hidup mandiri dan berdisiplin. Setahun kemudian, buku Scouting for Boys diterbitkan dan menjadi panduan resmi yang menyebarkan gerakan ini ke seluruh dunia.

Sejarah Pramuka di Indonesia

Sebelum tahun 1961, Indonesia memiliki banyak organisasi kepanduan, mulai dari Pandu Rakyat Indonesia, Pandu Puteri, Hizbul Wathan, hingga organisasi lain yang berakar dari gerakan sosial maupun keagamaan.

Kondisi itu membuat gerakan kepanduan berjalan sendiri-sendiri.

Situasi berubah pada 14 Agustus 1961. Presiden Soekarno secara resmi menggabungkan berbagai organisasi kepanduan tersebut menjadi Gerakan Pramuka.

Pada hari itu pula dilaksanakan pelantikan Mapinas (Majelis Pimpinan Nasional), dengan Soekarno sendiri sebagai Ketua Mapinas pertama.

Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Pramuka Nasional.

Semangat yang Tak Pernah Pudar

Nama Pramuka berasal dari singkatan Praja Muda Karana, yang berarti rakyat muda yang suka berkarya.

Filosofi ini mencerminkan semangat pemuda Indonesia yang kreatif, berjiwa sosial, dan siap mengabdi untuk bangsa.

Kini, setiap peringatan Hari Pramuka diisi dengan upacara bendera, kegiatan sosial, hingga lomba keterampilan.

Semua kegiatan itu bertujuan mengingatkan generasi muda akan nilai satya dan darma: cinta tanah air, kemandirian, disiplin, persatuan, dan tolong-menolong.

Mengapa Selalu Diperingati?

Hari Pramuka bukan hanya soal tradisi, melainkan juga penghargaan terhadap sejarah dan perjuangan para pendiri gerakan.

Peringatan ini menjadi sarana untuk menanamkan karakter dan membangun rasa kebersamaan di tengah arus globalisasi.

Di era digital, nilai-nilai Pramuka justru semakin relevan: mengajarkan kemandirian, solidaritas, dan rasa cinta tanah air yang kuat. (kid)

 

Editor : Nur Wachid
#sejarah #14 Agustus #hari pramuka