Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Lima Fakta Menarik Badak Jawa, Fauna Langka Endemik Indonesia yang Hampir Punah

Elin Restiyani • Senin, 18 Agustus 2025 | 18:02 WIB
Badak Jawa, salah satu fauna endemik Indonesia.
Badak Jawa, salah satu fauna endemik Indonesia.

Jawa Pos Radar Lawu - Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan hayati terbesar kedua di dunia setelah Brasil.

Salah satu faktor utamanya adalah letak geografis Indonesia yang berada di garis khatulistiwa.

Iklim tropis, curah hujan tinggi, dan paparan sinar matahari yang merata membuat flora dan fauna dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Keanekaragaman ini menciptakan banyak spesies endemik—hewan yang hanya hidup di wilayah tertentu.

Salah satunya adalah badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), hewan langka bercula satu yang hanya ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten.

Berikut 5 fakta menarik tentang badak Jawa yang perlu kamu tahu:

1. Hidup di Hutan Tropis dan Rawa yang Tertutup

Badak Jawa sangat menyukai habitat di dataran rendah dengan ketinggian kurang dari 600 meter di atas permukaan laut.

Mereka tinggal di hutan hujan tropis dan rawa-rawa yang lebat. Lokasi ini membantu mereka bersembunyi dari predator dan menjaga suhu tubuh.

Kubangan lumpur juga menjadi tempat favorit karena membantu melindungi kulit dari parasit dan menjaga kelembapan tubuh.

Itulah mengapa mereka lebih aktif saat pagi dan sore hari, serta cenderung menghindari area terbuka.

2. Memiliki Satu Cula untuk Bertahan Hidup

Ciri khas badak Jawa adalah hanya memiliki satu cula kecil yang terletak di atas moncong.

Cula ini digunakan bukan untuk bertarung, tetapi lebih sebagai alat bantu menggali tanah, mencari makanan, atau menyingkirkan semak saat berjalan.

Tidak seperti sepupunya, badak Afrika atau India, cula badak Jawa umumnya lebih pendek dan tidak tumbuh terlalu panjang, terutama pada betina.

3. Pemakan Tumbuhan (Herbivora) yang Selektif

Badak Jawa termasuk hewan herbivora. Mereka menyukai daun muda, ranting, rumput, dan buah-buahan.

Di Taman Nasional Ujung Kulon, badak ini diketahui sangat menyukai tanaman seperti Putat, Salam, Bayur, Lampeni, dan Cililin.

Badak memakan tanaman ini sambil berjalan, sekaligus menyebarkan biji dari buah yang mereka konsumsi, berperan penting dalam regenerasi hutan.

4. Reproduksi Lambat dan Hanya Melahirkan Satu Anak

Proses reproduksi badak Jawa sangat lambat. Induk betina hanya bisa hamil setiap 2,5 hingga 3 tahun.

Masa kehamilannya berlangsung antara 14–18 bulan dan hanya melahirkan satu anak badak dalam satu waktu.

Badak betina mulai bisa bereproduksi saat mencapai usia 5 tahun. Proses reproduksi yang lama inilah yang menjadi salah satu tantangan besar dalam pelestarian populasi badak Jawa.

5. Berperan Penting dalam Ekosistem Hutan

Badak Jawa tidak hanya penting karena kelangkaannya, tetapi juga karena peran ekologisnya.

Saat mereka berjalan sambil makan buah, biji buah disebarkan secara alami, membantu proses regenerasi tumbuhan.

Kotorannya juga mengandung nutrisi yang baik untuk tanah, berfungsi sebagai pupuk alami.

Dengan demikian, badak Jawa berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan membantu penyerapan karbon dioksida dari atmosfer.

Saat ini, populasi badak Jawa diperkirakan kurang dari 80 ekor, dan seluruhnya hidup di Taman Nasional Ujung Kulon.

Mereka sangat rentan terhadap bencana alam, penyakit, serta kerusakan habitat.

Pemerintah Indonesia bersama lembaga konservasi internasional terus melakukan upaya perlindungan. (eln/naz)

Editor : Mizan Ahsani
#indonesia #fakta menarik #langka #endemik #Fauna #badak jawa #ujung kulon #punah