Jawa Pos Radar Lawu - Kericuhan demo Pati kembali memanas ketika ribuan warga menuntut Bupati Sudewo turun jabatan.
Aksi yang berlangsung di pusat Kabupaten Pati ini berujung pada pembakaran mobil polisi dan bentrokan antara massa dengan aparat.
DPRD Pati pun merespons cepat dengan membentuk Panitia Khusus (Pansus) Pemakzulan Bupati Sudewo untuk menyelidiki kebijakan yang dinilai kontroversial.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik sebagai salah satu aksi protes terbesar di Jawa Tengah tahun 2025.
Awalnya, aksi berlangsung damai dengan orasi, spanduk, dan simbol protes yang unik.
Namun situasi berubah panas saat massa mencoba menerobos pagar Kantor Bupati Pati dan Kantor DPRD Pati.
Bentrokan tidak terhindarkan, memicu pembakaran mobil polisi di lokasi kejadian.
Kepulan asap hitam menjadi pemandangan mencolok di tengah kerumunan yang berdesakan.
Pemicu kerusuhan ini berawal dari rencana kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) yang mencapai 250%.
Meski kebijakan tersebut akhirnya dibatalkan, warga mengaku sudah muak dengan berbagai kebijakan lain yang dianggap tidak pro-rakyat.
Mulai dari proyek infrastruktur yang merugikan warga hingga dugaan penyalahgunaan wewenang.
Situasi semakin tegang ketika aparat menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.
Beberapa warga dan anggota kepolisian mengalami luka-luka akibat lemparan batu maupun benturan di lapangan.
Peristiwa ini viral di media sosial, memperluas dukungan untuk aksi protes yang disebut-sebut sebagai salah satu demonstrasi terbesar di Jawa Tengah tahun ini.
Menanggapi eskalasi situasi, DPRD Pati menggelar rapat darurat dan memutuskan membentuk Panitia Khusus (Pansus) Pemakzulan Bupati Sudewo.
Pansus ini bertugas menginvestigasi kebijakan kontroversial dan kemungkinan pelanggaran yang dilakukan oleh Bupati Pati selama menjabat.
Ketua DPRD menegaskan, langkah ini diambil demi menjaga kepercayaan publik dan menegakkan prinsip demokrasi di daerah.
Sementara itu, Bupati Sudewo menolak mundur dan menyatakan siap menghadapi proses politik di DPRD.
Ia mengakui adanya kekurangan dalam kepemimpinannya namun menegaskan bahwa semua kebijakan dilakukan untuk kemajuan Kabupaten Pati.
Meski begitu, gelombang protes warga belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Dengan adanya kericuhan demo Pati ini, situasi politik di kabupaten tersebut diprediksi akan terus memanas.
Semua pihak kini menunggu hasil kerja Pansus Pemakzulan dan keputusan akhir yang akan menentukan masa depan kepemimpinan Bupati Sudewo. (ghiska-mg-pnm/kid)