Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Ramai Diburu Investor! Tren Green Mining Bikin Tambang Emas di Indonesia Makin Dilirik

Nur Wachid • Selasa, 5 Agustus 2025 | 15:30 WIB

Green Mining
Green Mining

Jawa Pos Radar Lawu - Tren tambang emas ramah lingkungan atau green mining kini mulai menggeliat di Indonesia, termasuk di daerah yang menyimpan potensi emas besar seperti Wonogiri.

Konsep ini menjadi alternatif atas praktik tambang konvensional yang kerap menuai kritik karena merusak alam.

Dengan pendekatan teknologi modern dan prinsip berkelanjutan, green mining berpeluang mengubah wajah industri pertambangan emas di masa depan.

Tak hanya lebih aman untuk lingkungan, tren ini juga semakin diburu investor global yang mulai sensitif terhadap isu ESG (Environmental, Social, and Governance).

Artikel ini mengulas bagaimana potensi emas Indonesia bisa dikembangkan tanpa harus mengorbankan kelestarian alam.

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia pertambangan menghadapi tantangan besar: bagaimana menambang sumber daya alam termasuk emas tanpa merusak lingkungan.

Jawabannya datang lewat tren green mining atau tambang hijau, yang kini mulai diterapkan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Apa itu Green Mining?

Green mining adalah pendekatan pertambangan yang menggunakan teknologi modern, sistem kontrol limbah, dan praktik berkelanjutan guna meminimalkan dampak terhadap alam.

Dalam konteks tambang emas, ini berarti:

Menghindari penggunaan merkuri atau sianida dalam pemisahan emas,

Menerapkan reklamasi lahan pascatambang,

Menjaga sistem perairan sekitar tambang tetap bersih,

Memberdayakan masyarakat lokal secara adil.

Potensi Green Mining di Daerah Seperti Wonogiri

Wilayah seperti Wonogiri, yang menyimpan cadangan emas hingga 1,5 juta ton, bisa menjadi percontohan proyek green mining di Jawa.

Selama ini, daerah ini rawan tambang ilegal (PETI) yang tak terkontrol dan berisiko tinggi bagi lingkungan dan warga.

Padahal jika dikelola secara legal dan ramah lingkungan, potensi emas Wonogiri bisa membawa kesejahteraan dan investasi jangka panjang.

Beberapa perusahaan pertambangan kini mulai melirik daerah-daerah potensial dengan pendekatan ESG (Environmental, Social, Governance).

Mereka lebih tertarik pada wilayah yang tidak hanya kaya cadangan, tetapi juga terbuka terhadap tambang berizin, transparan, dan berkelanjutan.

Mengapa Investor Mulai Melirik Green Mining?

Banyak investor global kini hanya mau menanam modal pada proyek tambang yang ramah lingkungan dan memiliki jejak sosial yang positif.

Ini juga didorong oleh regulasi internasional dan tuntutan konsumen akan produk yang berasal dari sumber yang etis.

Di Indonesia, Kementerian ESDM sudah mulai mendorong praktik pertambangan berkelanjutan lewat pengetatan izin, inspeksi berkala, dan dorongan terhadap teknologi modern.

Tambang emas di Indonesia, termasuk di daerah kaya seperti Wonogiri, berpeluang besar berkembang jika mengikuti tren green mining.

Selain menjaga kelestarian alam, pendekatan ini juga membuka pintu investasi yang lebih luas, modern, dan berkelanjutan.

Masa depan industri emas tidak lagi hanya soal “seberapa banyak yang bisa digali”, tapi juga “seberapa bijak kita menambangnya”. (ghiska-mg-pnm/kid)

 

Editor : Nur Wachid
#wonogiri #Green Mining #diburu investor global #tambang emas