Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Profil Ustadz Adi Hidayat: Dai Muda Visioner yang Bawa Dakwah Ilmiah ke Era Digital dan Dunia Akademik

AA Arsyadani • Senin, 4 Agustus 2025 | 17:25 WIB
Ustadz Adi Hidayat, dai muda yang buktikan dakwah bisa ilmiah dan digital sekaligus.
Ustadz Adi Hidayat, dai muda yang buktikan dakwah bisa ilmiah dan digital sekaligus.

Jawa Pos Radar Lawu - Ustadz Adi Hidayat adalah salah satu pendakwah populer di Indonesia yang dikenal luas lewat ceramah-ceramah ilmiahnya yang mudah dipahami, sistematis, dan berbasis Al-Qur’an dan Hadis. Ia juga aktif berdakwah di media sosial dan telah memiliki jutaan pengikut di YouTube, Instagram, dan platform digital lainnya.

Lahir di Pandeglang, Banten, pada 11 September 1984, Ustadz Adi merupakan putra dari pasangan Warso Supena dan Hj. Rafiah Akhyar. Ia memiliki empat saudara kandung, yaitu Ade Rahmat, Neng Inayatin, Ima Rakhmawati, dan Ita Haryati. Ia menikah dengan Shufairok dan telah dikaruniai dua orang anak.

Pendidikan dan Masa Kecil

Sejak kecil, Adi Hidayat dikenal sebagai anak yang cerdas. Ia memulai pendidikan formalnya di TK Pertiwi Pandeglang, kemudian melanjutkan ke SDN Karaton 3 Pandeglang hingga kelas 3 SD, lalu pindah ke SDN III Pandeglang sampai lulus. Prestasinya membuatnya masuk ke kelas unggulan tingkat kabupaten. Namun, sebuah mimpi bertemu Nabi Muhammad SAW menjadi titik balik hidupnya. Cerita mimpi ini disampaikan kepada orang tuanya, yang kemudian memutuskan untuk mengarahkan pendidikan Adi ke jalur keagamaan.

Ia pun melanjutkan pendidikan ke Madrasah Salafiyyah Sanusiyyah Pandeglang, dan kemudian menimba ilmu di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyyah, Garut, pada tahun 1997. Di pesantren ini, ia meraih predikat santri teladan dan dikenal aktif dalam kegiatan dakwah sejak usia muda.

Kuliah di Indonesia dan Luar Negeri

Tahun 2003, Adi Hidayat diterima melalui jalur PMDK di Fakultas Dirasat Islamiyyah (FDI) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Namun, dua tahun kemudian, ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi di Kuliyyah Dakwah Islamiyyah, Tripoli, Libya. Di sana, ia mendalami ilmu-ilmu keislaman secara intensif: Al-Qur’an, hadis, fiqih, ushul fiqih, tafsir, tarikh, dan bahasa Arab. Ia juga mengikuti program khusus Lughah Arabiyyah wa Adabuha (bahasa Arab dan sastra).

Di Libya, ia berguru kepada banyak ulama terkemuka dari berbagai negara. Di antaranya Syaikh Wahbah az-Zuhaili, Syaikh Dukkali Muhammad al-‘Alim, Syaikh Usamah (pakar tajwid), dan Dr. Shiddiq Basyr Nashr. Ia juga belajar ilmu bahasa dari pakar-pakar seperti Dr. Muhammad Djibran dan Syaikh Abdul Lathif as-Syuwairif. Bahkan, ia sempat menjadi Ketua Dewan Khatib Jami’ Dakwah Islamiyyah Tripoli, sebuah masjid besar di Libya, dengan wewenang mengatur jadwal khutbah dan pengisi kajian.

Pendidikan sarjananya (Lc.) ia selesaikan hanya dalam 2,5 tahun, lalu melanjutkan pascasarjana (M.A.) di kampus yang sama dan menuntaskannya dalam waktu dua tahun.

Dakwah dan Kiprah di Tanah Air

Sekitar tahun 2010, Ustadz Adi kembali ke Indonesia. Ia sempat menjadi pengasuh Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Hikmah di Lebak Bulus, Banten, sebelum akhirnya pada 2013 mendirikan Quantum Akhyar Institute, sebuah lembaga yang fokus pada pembinaan Islam tematik dan kajian Al-Qur’an berbasis metode ilmiah.

Ustadz Adi juga aktif menyampaikan dakwah melalui kanal digital. Ceramah-ceramahnya sangat digemari karena sistematika penyampaian yang runut dan mengedepankan akurasi dalil. Ia dikenal karena mampu mengaitkan berbagai disiplin ilmu, baik klasik maupun kontemporer, dalam kerangka Islam. Ia juga melanjutkan studi magisternya di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung untuk memperdalam kompetensi akademiknya.

Bergabung dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Pada 1 Agustus 2025, Ustadz Adi Hidayat resmi menjadi dosen tetap di Program Studi Linguistik Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung. Penetapan ini diapresiasi sebagai langkah strategis dalam penguatan SDM kampus menuju keunggulan global. Rektor UPI dan Direktur SPs menyampaikan keyakinan bahwa kehadiran beliau akan memberi warna baru dalam pengembangan riset, keilmuan bahasa, nilai-nilai Islam, serta penguatan pendidikan karakter mahasiswa.

Dalam sambutannya, Ustadz Adi Hidayat menyatakan rasa syukurnya atas kesempatan menjadi bagian dari keluarga besar UPI, dan berkomitmen untuk ikut berkontribusi dalam menyiapkan generasi Indonesia emas yang cemerlang secara ilmu dan akhlak. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#Ustadz Adi Hidayat #profil tokoh #profil ulama