Jawa Pos Radar Lawu - Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya membangun sumber daya manusia unggul sejak usia sekolah melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diluncurkan serentak mulai 4 Agustus 2025.
Program ini menargetkan sebanyak 53,8 juta siswa di seluruh jenjang pendidikan, dari SD hingga SMA/SMK serta madrasah dan sekolah rakyat.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyampaikan bahwa komunikasi yang ramah anak sangat penting dalam pelaksanaan program ini.
Ia mengimbau agar para guru dan orang tua menyampaikan informasi tentang CKG dengan cara yang tidak menakutkan, melainkan menenangkan dan meyakinkan anak-anak bahwa pemeriksaan ini dilakukan demi kebaikan dan kesehatan mereka.
“Anak-anak harus merasa bahwa ini adalah bentuk kepedulian, bukan sesuatu yang menakutkan. Gunakan pendekatan yang lembut,” ujar Pratikno dalam konferensi pers di Jakarta.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk memperbaiki lingkungan sekolah yang sehat, seperti penyediaan air bersih, kebersihan sanitasi, serta edukasi pola hidup sehat dan bijak dalam menggunakan teknologi digital.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa program CKG ini telah dimulai sejak Februari 2025 dan telah menjangkau lebih dari 15,5 juta siswa.
Pemeriksaan dilakukan secara bertahap dan kini diperluas ke seluruh 282 ribu satuan pendidikan, termasuk sekolah umum, madrasah di bawah Kementerian Agama, serta sekolah rakyat binaan Kementerian Sosial.
“Di Sekolah Rakyat yang mayoritas berasrama, program ini justru dimulai lebih awal. Sudah ada sekitar 7.000 anak yang menjalani pemeriksaan,” terang Budi.
Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan bahwa sebagian besar anak mengalami masalah gigi, diikuti oleh gangguan penglihatan, anemia, dan infeksi seperti tuberkulosis.
Hal ini menunjukkan urgensi pemeriksaan kesehatan sebagai langkah preventif dalam menjaga kesejahteraan generasi muda.
Program ini bukan hanya soal kesehatan fisik, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kesehatan mental dan moral anak-anak.
CKG diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam menciptakan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
(*/naz)
Penulis: Nazala Syifa Julieta/Politeknik Negeri Madiun