Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Harta Karun Emas Tersembunyi di Wonogiri: Fakta, Studi, dan Realitas Lapangan

Nur Wachid • Jumat, 1 Agustus 2025 | 20:30 WIB

Ilustrasi Emas
Ilustrasi Emas

Jawa Pos Radar Lawu - Wonogiri menyimpan harta karun emas tersembunyi yang mulai terungkap lewat sejumlah studi dan riset geologi.

Potensi emas di wilayah ini diperkirakan mencapai 1,5 juta ton bijih, menjadikannya salah satu yang terbesar di Pulau Jawa.

Berbagai fakta geologi menunjukkan bahwa cadangan ini tersebar di kawasan gunung purba dan perbukitan.

Namun, realitas lapangan memperlihatkan adanya aktivitas penambangan ilegal serta konflik sosial yang masih terjadi.

Artikel ini mengulas secara lengkap soal potensi, tantangan, dan masa depan tambang emas di Wonogiri.

1. Temuan Geologi yang Menguatkan

Studi oleh Pemkab Wonogiri dan Badan Survei Geologi Bandung (LPPD 2017) memastikan 1,5 juta ton bijih diketahui tersebar di tiga kecamatan: Selogiri, Karangtengah, dan Jatiroto.

Kadar emasnya berkisar antara 40–2.384 ppb. Kawasan seperti Bukit Randu Kuning di Desa Jendi bahkan dijuluki ‘Gunung Emas’ oleh masyarakat lokal karena hasil penambangan tradisional sejak 1990-an.

2. Asal-Usul Geologi: Dari Tensi Tektonik hingga Urat Kuarsa

Penelitian Universitas Jenderal Soedirman menunjukkan bukit-bukit di sekitar Selogiri terbentuk melalui proses tektonik.

Selain itu, juga aktivitas hidrotermal, menciptakan urat kuarsa yang kaya logam mulia seperti emas dan perak.

Baca Juga: BPIP Usulkan Materi Pancasila Masuk ke Soal TKA Bahasa Indonesia dan Inggris

edangkan studi di daerah Hargosari, Tirtomoyo memaparkan struktur urat kuarsa yang mengandung emas hingga 3,85 g/t Au serta logam pendukung lainnya.

3. Penambangan Tradisional dan Dampaknya

Warga setempat telah menambang menggunakan cara manual dan merkuri tanpa izin formal (PETI).

Selain memicu peningkatan pendapatan rumah tangga hingga jutaan rupiah, metode ini juga menjadi pemicu konflik sosial dan mencemarkan lingkungan.

4. Investor Asing & Proyek Mangkrak

PT Alexis Perdana Mineral (Australia) sempat melakukan pengeboran sedalam 450 meter pada 2010-an dan menemukan adanya emas.

Baca Juga: Stop Asal Pakai Skincare! Kenali Terlebih Dahulu Jenis Kulitmu, Begini Caranya

Namun izin lingkungan (Amdal) yang diajukan pada 2019 gagal mendapat lampu hijau karena protes warga dan persyaratan regulasi yang ketat.

5. Harapan Ekonomi vs Ancaman Lingkungan

Potensi emas dapat membuka peluang ekonomi dan investasi besar. Pemerintah daerah melihat tambang ini sebagai jalan meningkatkan PAD dan menciptakan lapangan kerja.

Namun ketergantungan pada PETI juga membawa berbagai risiko seperti pencemaran merkuri, kerusakan tanah, hingga konflik social.

Potensi emas di Wonogiri bukan sekadar cerita datanya kuat, dari geologi hingga realitas masyarakat.

Namun titik krusialnya bukan soal jumlah bijih semata, melainkan bagaimana potensi itu bisa diolah secara berkelanjutan.

Apakah akan menjadi berkah nyata bagi masyarakat? Atau sekadar potensi yang terbengkalai karena tidak dikelola secara aman dan bijak. (ghiska-mg-pnm/kid)

Editor : Nur Wachid
#wonogiri #emas #fakta #jawa tengah #tambang