Jawa Pos Radar Lawu - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Jember direncanakan dimulai awal Agustus 2025.
Hal ini dimungkinkan karena pembangunan sarana dan prasarana sekolah telah mencapai tahap penyelesaian hingga 95 persen.
Dalam kunjungannya ke lokasi Sekolah Rakyat di Balai Pengembangan Pendidikan milik Pemkab Jember, Khofifah menjelaskan bahwa sekolah ini merupakan layanan pendidikan terintegrasi, minimal mencakup jenjang SD dan SMP.
Ia turut mengapresiasi semangat para siswa yang tampak antusias dan gembira.
"Harapan kami, semangat belajar tumbuh dari lingkungan yang nyaman dan mendukung," ujarnya saat kunjungan kerja di Jember untuk memastikan kesiapan sekolah berbasis asrama tersebut.
Pembangunan fisik sekolah ditargetkan rampung dalam waktu empat hari, sehingga operasional bisa dimulai pada 1 Agustus 2025. Beberapa sekolah rakyat lainnya pun ditargetkan mulai dibuka pada 5 Agustus mendatang.
Proses penerimaan siswa dilakukan berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dengan prioritas pada keluarga dalam kategori desil 1 dan 2, serta kemungkinan tambahan dari desil 3. Siswa dari desil 5 ke atas tidak menjadi prioritas penerimaan.
Gubernur juga menyoroti pentingnya pendekatan kepada orang tua siswa yang mungkin masih ragu untuk mengizinkan anak-anak mereka belajar di sistem sekolah berasrama.
Ia menegaskan bahwa fasilitas asrama yang disiapkan aman, layak, dan nyaman bagi siswa.
Ia juga mendorong sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah lingkungan. Salah satu upaya yang diinisiasi adalah penanaman pohon dalam pot besar sebagai bagian dari gerakan “sedekah oksigen”.
Diharapkan keberadaan Sekolah Rakyat ini bisa memperluas akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, serta menjadi langkah nyata dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Jember, Kartika, menyampaikan bahwa saat ini sudah ada 78 siswa dari jenjang SD dan SMP yang terdaftar.
Ia memperkirakan jumlah tersebut akan bertambah seiring mendekatnya waktu peresmian sekolah pada 5 Agustus 2025.
(*/naz)
Penulis: Diva Vania Candrawati/Politeknik Negeri Madiun