Jawa Pos Radar Lawu - Selama ini emas dikenal sebagai salah satu pilihan investasi paling aman. Orang tua kita menyarankan belie mas, influencer finansial juga bilang jika ema situ stabil.
Tapi belakangan muncul pertanyaan yang bikin banyak orang ragu, apakah investasi emas masih menguntungkan?
Apalagi saat harga emas terus naik justru malah banyak orang bilang “malah susah cuan”. Benarkah?
Memang benar, harga emas cenderung naik dari tahun ke tahun. Tapi masalahnya, kenaikan harga tidak selalu mengimbangi inflasi atau biaya lainnya, apalagi jika kamu beli emas fisik (batangan/logam mulia).
Kalau kamu berharap beli emas hari ini, lalu dua bulan kemudian langsung untung besar, bisa jadi kamu akan kecewa.
Emas adalah investasi jangka panjang, bukan untuk trading cepat.
Biasanya butuh waktu tahunan untuk merasakan kenaikan harga yang signifikan.
Jadi, kalau kamu butuh uang dalam waktu dekat, emas bukan pilihan yang fleksibel.
Nggak Memberi Passive Income
Baca Juga: Longsor Batu Raksasa di Jalur Tawangmangu Sarangan, Dua Pemotor Luka-Luka
Berbeda dengan saham yang bisa kasih dividen atau properti yang bisa disewakan, emas nggak menghasilkan pendapatan rutin.
Nilainya hanya naik (atau turun), tapi nggak ada “uang mengalir” saat kamu menyimpannya.
Artinya, kalau kamu ingin portofolio yang aktif, emas butuh dipadukan dengan instrumen lain yang lebih produktif.
Emas Tetap Punya Fungsi Penting
Meski begitu, bukan berarti emas sepenuhnya buruk.
Emas tetap punya fungsi penting sebagai aset lindung nilai (safe haven), terutama saat ekonomi sedang tidak stabil atau inflasi tinggi.
Banyak investor tetap menyimpan sebagian kecil portofolio mereka dalam bentuk emas untuk jaga-jaga, bukan untuk mengejar keuntungan tinggi.
Bukan Soal Untung atau Rugi, Tapi Tujuannya Apa?
Investasi emas masih relevan, asal kamu tahu tujuannya:
• Ingin lindungi nilai uang dari inflasi? Oke.
• Ingin investasi jangka panjang dengan risiko rendah? Cocok.
• Tapi kalau niatnya cari untung cepat? Mending pikir dua kali.
Karena investasi bukan soal ikut tren, tapi soal strategi. (ones-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid