Jawa Pos Radar Lawu - Getaran raksasa dari Kamchatka, Rusia, memicu kepanikan global. Tsunami terkonfirmasi menyapu Jepang, Indonesia, China hingga AS. Ini penjelasan ilmiahnya.
Dunia diguncang gempa besar yang tercatat sebagai salah satu yang paling kuat dalam sejarah modern.
Gempa bumi berkekuatan 8,8 skala Richter mengguncang Semenanjung Kamchatka, Rusia, pada Rabu pagi (30/7/2025) waktu setempat dan langsung memicu gelombang tsunami lintas negara.
Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa tersebut berlokasi di 119 km tenggara Petropavlovsk-Kamchatsky dengan kedalaman sekitar 19 kilometer.
Tak hanya Rusia, sejumlah negara di lingkar Pasifik termasuk Jepang, Indonesia, Amerika Serikat, dan China juga mengeluarkan peringatan tsunami.
Setara dengan Gempa Besar Chili 2010 dan Ekuador 1906
Kekuatan gempa Rusia ini membuatnya sejajar dengan dua peristiwa gempa terdahsyat di dunia: Biobío, Chili tahun 2010, dan Esmeraldas, Ekuador tahun 1906—keduanya sama-sama berkekuatan 8,8 magnitudo.
Ini menjadikan gempa Kamchatka 2025 sebagai gempa terbesar keenam yang pernah tercatat dalam sejarah umat manusia (USGS).
Lebih dari selusin gempa susulan telah terdeteksi oleh USGS beberapa jam pasca-gempa, dan Badan Geofisika Rusia memperingatkan kemungkinan akan terjadi aftershock hingga M 7,5 dalam sebulan ke depan.
“Gempa bumi hari ini serius dan terkuat dalam beberapa dekade terakhir,” kata Gubernur Kamchatka Vladimir Solodov lewat video di Telegram.
Tsunami 4 Meter Hantam Rusia, Jepang–Indonesia Ikut Terdampak
Gelombang tsunami setinggi 3 hingga 4 meter menghantam kota pelabuhan Severo-Kurilsk, Rusia, dan menyebabkan banjir di permukiman warga.
Sebanyak 2.000 warga dievakuasi dari kota tersebut. Kementerian Darurat Rusia menyatakan korban luka ringan dilaporkan, namun tidak ada kematian sejauh ini.
Di Jepang, gelombang 50 cm terkonfirmasi menyapu pesisir barat daya.
Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan tsunami resmi tak lama setelah gempa utama.
Indonesia tak luput dari dampak. BMKG menyatakan tsunami kecil diperkirakan mencapai wilayah Jayapura, Biak, Sorong, Manokwari, dan Raja Ampat dengan status siaga. Masyarakat diimbau menjauhi pantai.
China juga merespons dengan serius. Kementerian Sumber Daya Nasional memperkirakan gelombang 0,3 hingga 1 meter akan menghantam wilayah pesisir timur China dan mengimbau evakuasi dini di sejumlah titik.
Sementara itu, Pusat Peringatan Tsunami Nasional AS menetapkan status waspada tsunami di sepanjang pesisir Alaska.
NOAA: Gelombang Tsunami Bisa Mencapai Secepat Pesawat Jet
Menurut Badan Kelautan dan Atmosfer AS (NOAA), tsunami bisa bergerak secepat pesawat jet di laut dalam, lalu melambat di perairan dangkal namun mencapai ketinggian yang lebih tinggi saat menghantam daratan.
Peringatan tsunami sendiri terdiri dari 4 tingkatan:
1. Peringatan tsunami (tingkat tertinggi)
Baca Juga: Tsunami Jepang Tiba di Indonesia Pukul 13.48, Ini Wilayah di Tanah Air Terdampak Gempa Rusia
2. Nasihat tsunami
3. Pemantauan tsunami
4. Informasi tsunami
Trump dan Warganet Dunia Angkat Suara
Mantan Presiden AS Donald Trump menyampaikan dukungan melalui akun media sosialnya:
“TETAP KUAT DAN TETAP AMAN!” tulisnya di Truth Social.
Di media sosial, tagar #Tsunami2025 dan #KamchatkaQuake menjadi trending topic global dengan jutaan cuitan dan video amatir yang menunjukkan air laut naik cepat di berbagai pantai dunia. (kid)
Editor : Nur Wachid