Jawa Pos Radar Lawu - Harga emas dunia mencatatkan lonjakan signifikan akhir-akhir ini, didorong oleh kombinasi faktor ekonomi dan geopolitik.
Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) serta meningkatnya ketegangan global menjadi pemicu utama di balik kenaikan harga logam mulia ini.
Baca Juga: Update Tsunami Jepang 3 Meter, Ini Wilayah Terdampak Paling Parah
Peran Kebijakan The Fed dan Dinamika Pasar
Pasar saat ini tengah menanti hasil pertemuan The Federal Reserve (The Fed) minggu ini. The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 4,25%-4,50%.
Harapan akan kebijakan yang lebih longgar ini membuat emas, yang tidak menawarkan bunga, menjadi lebih menarik bagi investor dibandingkan instrumen keuangan lainnya.
Di sisi lain, pergerakan di pasar menunjukkan adanya strategi buy on dips (membeli saat harga turun) oleh investor.
Meski sempat mengalami penurunan signifikan di awal perdagangan pasar Eropa, harga emas kembali menguat saat memasuki pasar Inggris.
Saat ini, harga emas dunia ditransaksikan di USD3.374, dengan prediksi teknikal yang sangat optimistis, yakni akan menembus level USD3.400 dalam waktu dekat, bahkan berpotensi melampaui USD3.410.
Namun, penguatan Dolar AS juga perlu menjadi perhatian.
Indeks dolar AS/DXY melesat 1,01% ke level 98,63, menjadikannya penguatan signifikan.
Kenaikan Dolar AS biasanya membuat emas batangan lebih mahal bagi pembeli luar negeri, yang secara teoritis dapat menekan permintaan.
Namun, dalam kondisi saat ini, faktor-faktor pendorong lainnya tampaknya lebih dominan.
Ketegangan Geopolitik dan Ancaman Perang Dagang
Ketegangan di Eropa Timur turut menyumbang pada kenaikan harga emas sebagai aset safe haven.
Rusia dilaporkan terus melancarkan serangan besar-besaran ke Ukraina, dengan ambisi menguasai 50% wilayah negara tersebut, terutama kawasan yang kaya akan tambang dan komoditas strategis.
Ancaman Rusia terhadap Jerman, yang terus memasok persenjataan kepada Ukraina, menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan serangan ke wilayah Jerman.
Eskalasi konflik semacam ini secara historis selalu mendorong investor beralih ke emas sebagai pelindung nilai dari ketidak pastian.
Prospek Emas Ke Depan
Dengan perpaduan ekspektasi kebijakan moneter The Fed yang dovish, ditambah gejolak geopolitik di Eropa Timur, emas cenderung berkinerja baik dan menjadi pilihan investasi yang menarik.
Fenomena ini secara kolektif meningkatkan potensi kenaikan harga emas dalam waktu dekat.
Apakah Anda tertarik untuk memahami lebih dalam dampak kebijakan moneter terhadap harga komoditas lain? (hisam-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid