Jawa Pos Radar Lawu - Harga emas yang terus meningkat membuat banyak orang tertarik berinvestasi. Sayangnya, kondisi ini juga dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab yang menjual emas palsu. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengetahui cara membedakan emas asli dan palsu sebelum membeli.
1. Amati Warna dan Kilapnya
Emas murni memiliki warna kuning cerah dan kilau alami yang tidak mudah pudar. Jika terlihat kusam, terlalu kuning seperti tembaga, atau warnanya memudar setelah beberapa waktu, besar kemungkinan itu bukan emas asli.
2. Uji dengan Magnet
Emas asli tidak bersifat magnetis. Jika saat didekatkan ke magnet emas tersebut menempel, bisa dipastikan logam tersebut bukan emas murni. Namun, metode ini hanya sebagai uji awal karena beberapa logam palsu juga non-magnetik.
3. Tes dengan Asam Nitrat
Tes ini dilakukan oleh ahli atau di toko emas. Dengan meneteskan asam nitrat pada emas, reaksi warna akan menunjukkan keasliannya:
-
Tidak ada reaksi → emas kemungkinan asli
-
Reaksi hijau → mengandung besi
-
Reaksi putih susu → kemungkinan kuningan atau logam campuran lain
Catatan: Tes ini sebaiknya tidak dilakukan sendiri karena melibatkan bahan kimia berbahaya.
Baca Juga: 5 Jenis Emas yang Harus Kamu Ketahui sebelum Mulai Investasi: Mana yang Paling Menguntungkan?
4. Uji Gigitan, Tapi Waspada
Emas murni (24 karat) bersifat lunak sehingga bisa meninggalkan bekas jika digigit ringan. Namun, cara ini tidak selalu akurat dan berisiko merusak bentuk emas, terutama perhiasan.
5. Goreskan ke Keramik Tak Berlapis
Gosokkan emas ke permukaan keramik polos:
-
Jika tidak meninggalkan bekas → kemungkinan asli
-
Jika muncul garis hitam → bisa jadi logam palsu
Metode ini praktis, tapi bisa merusak permukaan emas. Gunakan hanya dalam kondisi mendesak.
6. Periksa Harga Pasar
Hati-hati dengan tawaran harga emas yang jauh lebih murah dari standar pasar. Emas tidak mungkin dijual dengan harga terlalu rendah tanpa alasan. Selalu bandingkan dengan harga resmi dari Antam, Pegadaian, atau aplikasi investasi terpercaya.
7. Cek Sertifikat Resmi
Pastikan emas batangan disertai sertifikat keaslian yang memuat nomor seri, cap produsen, berat, kadar, dan fitur keamanan seperti watermark atau efek UV. Hindari membeli emas tanpa sertifikat atau dengan sertifikat mencurigakan. (fin)
Editor : AA Arsyadani