Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Kenapa Harga Emas Selalu Naik? Ini Penjelasan Lengkapnya

Nur Wachid • Rabu, 30 Juli 2025 | 00:10 WIB

Ilustrasi Emas
Ilustrasi Emas

Jawa Pos Radar Lawu - Emas sudah sejak lama dianggap sebagai simbol kekayaan dan alat perlindungan nilai.

Tak hanya dipakai sebagai perhiasan, emas juga menjadi salah satu instrumen investasi paling populer di dunia.

Menariknya, harga emas cenderung naik dari tahun ke tahun. Walau terkadang mengalami penurunan sesaat, secara jangka panjang tren kenaikannya cukup konsisten.

Apa yang menyebabkan harga emas terus merangkak naik? Berikut beberapa faktor utamanya:

1. Permintaan yang Tinggi

Emas bukan hanya digunakan sebagai perhiasan, tetapi juga sebagai alat investasi dan bahan baku industri.

Di sektor perhiasan, permintaan emas terus meningkat, terutama dari negara-negara seperti India dan Tiongkok yang memiliki tradisi kuat menggunakan emas dalam budaya mereka.

Sementara itu, investor global juga mengandalkan emas sebagai aset aman (safe haven), terutama saat kondisi ekonomi tidak menentu.

Bahkan di dunia industri, emas digunakan dalam produksi alat elektronik, kedokteran, hingga luar angkasa.

Permintaan yang luas dan terus tumbuh inilah yang membuat harga emas sulit turun.

2. Kebijakan Moneter Global

Kebijakan bank sentral seperti penurunan suku bunga juga turut memengaruhi harga emas.

Ketika suku bunga turun, keuntungan dari menyimpan uang di bank menjadi lebih kecil.

Akibatnya, banyak orang beralih ke emas sebagai alternatif investasi yang lebih menguntungkan dan aman.

Selain itu, ketika bank sentral mencetak uang lebih banyak (kebijakan pelonggaran kuantitatif), nilai uang kertas cenderung melemah.

Hal ini membuat emas, yang memiliki nilai intrinsik dan langka, menjadi lebih menarik di mata investor.

3. Inflasi yang Terus Menggerus Nilai Uang

Inflasi adalah kondisi ketika harga barang dan jasa naik secara umum dalam waktu tertentu.

Ketika inflasi tinggi, nilai mata uang yang kita pegang menjadi turun misalnya, uang Rp100.000 yang dulu bisa membeli banyak barang, sekarang tidak sekuat dulu.

Nah, emas memiliki sifat hedge against inflation, atau pelindung terhadap inflasi.

Nilainya cenderung tidak tergerus oleh kenaikan harga-harga barang.

Itulah sebabnya, saat inflasi meningkat, banyak orang membeli emas agar daya beli mereka tetap terjaga.

Kenaikan permintaan inilah yang kemudian mendorong harga emas naik lebih tinggi.

4. Nilai Tukar Dolar AS

Baca Juga: Dompet Fisik Mulai Tersingkir? Ini Alasan E-Wallet Jadi Andalan Anak Muda!

Emas diperdagangkan secara internasional dalam mata uang dolar Amerika Serikat (USD).

Oleh karena itu, pergerakan nilai tukar dolar AS sangat memengaruhi harga emas di pasar global.

Saat dolar AS melemah, harga emas cenderung naik karena emas menjadi lebih murah dan lebih menarik bagi investor di luar AS yang menggunakan mata uang lain.

Sebaliknya, ketika dolar AS menguat, harga emas bisa turun karena emas menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional.

Baca Juga: Kemensos Siapkan Pengganti 160 Guru Sekolah Rakyat yang Mengundurkan Diri

Namun dalam banyak kasus, pelemahan dolar sering terjadi saat krisis atau tekanan ekonomi momen yang justru membuat orang membeli emas sebagai lindung nilai.

Jadi, nilai tukar dolar AS dan harga emas biasanya memiliki hubungan terbalik (negatif). (ghiska-mg-pnm/kid)

Editor : Nur Wachid
#naik #emas #harga #Terus #Konsisten