Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Disdik Kotim Buka Akses Sekolah untuk Anak dari Wilayah Perbatasan, Termasuk Kabupaten Tetangga

Mizan Ahsani • Selasa, 29 Juli 2025 | 18:40 WIB

Kepala Disdik Kotim Muhammad Irfansyah
Kepala Disdik Kotim Muhammad Irfansyah

Jawa Pos Radar Lawu - Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Disdik Kotim), Kalimantan Tengah.

Menunjukkan komitmennya dalam memastikan akses pendidikan terbuka bagi semua anak, termasuk yang berasal dari kabupaten tetangga seperti Seruyan.

Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah, menegaskan bahwa pihaknya tidak membatasi layanan pendidikan hanya berdasarkan batas wilayah administratif.

Jika ada anak dari wilayah perbatasan yang secara geografis lebih dekat ke sekolah di Kotim, maka mereka tetap diberi kesempatan untuk bersekolah di sana.

“Kami tidak melihat batas administratif. Kalau anak itu tinggalnya lebih dekat ke sekolah di Kotim, maka kami beri ruang agar bisa bersekolah di sini,” kata Kepala Disdik Kotim Muhammad Irfansyah di Sampit, Selasa.

Disdik Kotim pun telah menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Seruyan guna menjawab tantangan geografis, sosial, dan ekonomi yang dihadapi masyarakat perbatasan.

Kebijakan ini menyasar anak-anak yang ikut orang tua bekerja lintas kabupaten, tetapi belum mendapatkan akses pendidikan formal.

Menurut Irfansyah, pendidikan adalah hak dasar setiap anak yang tidak boleh dibatasi oleh status kependudukan atau sekat wilayah.

“Beberapa anak dari Seruyan yang ikut orang tuanya bekerja ke Kotim, tapi belum tersentuh pendidikan. Kami tidak akan tinggal diam. Walaupun mereka bukan warga Kotim, tetap kami fasilitasi agar bisa masuk sekolah,” ucapnya.

Disdik Kotim juga mendorong sinergi lintas kabupaten untuk memperkuat pemerataan pendidikan di wilayah dengan tantangan unik, seperti akses terbatas dan kondisi sosial ekonomi yang beragam.

Kebijakan ini diharapkan bisa menjadi model kolaboratif antar daerah dalam mewujudkan sistem pendidikan yang lebih inklusif.

“Kita ingin semua anak bisa sekolah. Jangan sampai karena alasan jarak atau ekonomi, mereka kehilangan kesempatan belajar. Ini juga bagian dari upaya menekan angka putus sekolah,” kata Irfansyah.

(*/naz)
Penulis: Indah Fitri Nugraheni/Politeknik Negeri Madiun

Editor : Mizan Ahsani
#pendidikan #Disdik Kotim #buka akses #wilayah perbatasan