Jawa Pos Radar Lawu - Kementerian Sosial saat ini tengah memproses pengganti bagi 160 guru yang memutuskan mundur dari Sekolah Rakyat.
Pengganti tersebut akan diambil dari lulusan program pendidikan profesi guru yang belum mendapatkan penempatan.
Pengunduran diri sebagian guru ini disebabkan oleh lokasi penugasan yang dianggap terlalu jauh dari domisili mereka.
Meski demikian, Kementerian tetap menghormati keputusan tersebut dan membuka kesempatan bagi tenaga pendidik lain yang ingin berkontribusi memberikan pendidikan layak bagi anak-anak dari keluarga miskin dan sangat miskin.
Kementerian menyatakan bahwa masih ada ribuan guru yang telah menjalani pendidikan profesi dan siap untuk ditempatkan, sehingga kekosongan tenaga pengajar akan segera terisi.
Sementara itu, pemerintah juga terus melakukan perbaikan terhadap pelaksanaan Sekolah Rakyat yang baru berjalan sekitar dua pekan.
Upaya tersebut mencakup kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, termasuk penambahan titik-titik baru Sekolah Rakyat yang direncanakan mulai akhir Juli 2025.
Selain mengisi kekosongan guru, Kementerian juga memperkuat keberadaan tenaga kependidikan lainnya seperti wali asrama dan wali asuh, yang sempat mengalami kekurangan.
Pemerintah berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem dan memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga bagi seluruh peserta didik.
(*/naz)
Penulis: Diva Vania Candrawati/Politeknik Negeri Madiun