WONOGIRI, Jawa Pos Radar Lawu – Kabupaten Wonogiri menyimpan kekayaan alam luar biasa berupa emas yang tersimpan di dalam perut bumi.
Berdasarkan hasil penelitian bersama antara Pemkab Wonogiri dan Badan Survei Geologi, Bandung, yang tertuang dalam Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) 2017, emas tidak hanya berada di Bukit Randu Kuning, Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, tapi juga menyebar ke dua wilayah lain: Karangtengah dan Jatiroto.
Total potensi bijih yang mengandung emas dari tiga kecamatan tersebut diperkirakan mencapai 1,5 juta ton, dengan kadar emas bervariasi antara 40 part per billion (ppb) hingga 2.384 ppb.
Bukit Gunung Emas hingga Perbukitan Purwoharjo
Kandungan emas di Kecamatan Jatiroto disebut tersimpan di bukit Dusun Mesu, Desa Boto, yang oleh masyarakat sekitar dikenal sebagai Gunung Emas.
Di sisi lain, di Kecamatan Karangtengah, emas berada di perbukitan Desa Purwoharjo, yang secara geologis masih berada dalam deretan yang sama dengan Gunung Emas.
Aktivitas penambangan emas secara tradisional yang masih berlangsung di dua wilayah itu turut memperkuat hasil kajian geologi.
Bahkan, hingga kini, warga masih mencari emas secara manual sebagai penghasilan tambahan.
Terbentuk dari Proses Geologi Jutaan Tahun
Menurut Yulianto, Kasi Geologi Energi Sumber Daya Mineral dan Batu Barat (Geominerba) Cabang Dinas ESDM Wilayah Sewu Lawu, potensi emas ini merupakan hasil dari proses geologi hidrotermal yang terjadi jutaan tahun lalu.
Baca Juga: Weton vs Zodiak: Mana yang Lebih Akurat Baca Nasib dan Rezeki Kamu?
Bukit Randu Kuning sendiri berasal dari batuan beku dan merupakan bagian dari Pegunungan Selatan sisi timur.
Kemudian terbentuk pada zaman Eosen hingga Oligosen (sekitar 56–34 juta tahun lalu).
Proses pembentukannya dipicu oleh subduksi antara lempeng samudra dan lempeng benua.
Bekas letusan Gunung Api Purba Gajahmungkur pun meninggalkan jejak batuan yang teralterasi, lalu mengalami retakan yang kemudian diisi oleh larutan hidrotermal.
Di sanalah urat-urat kuarsa terbentuk dan mengikat emas serta logam ikutan lainnya.
Potensi Tambang Strategis dan Bernilai Ekonomi Tinggi
Sampai sekarang, belum ada eksplorasi skala besar yang dilakukan pemerintah atau swasta terhadap potensi 1,5 juta ton bijih emas tersebut.
Namun, aktivitas tambang rakyat secara tradisional telah menjadi indikator kuat bahwa keberadaan emas di perbukitan Wonogiri bukan sekadar hipotesis.
Bahkan jika mengacu pada data cadangan emas nasional saat ini yang berkisar di angka 70 ton seperti dirilis Bank Indonesia.
Maka potensi Wonogiri sangat layak untuk dipertimbangkan sebagai lumbung emas baru di Indonesia.
"Pemetaan geologi menunjukkan bahwa struktur mineralisasi emas di tiga kecamatan ini saling berhubungan," ungkap Yulianto.
Perlu Regulasi dan Investasi Berkelanjutan
Dengan potensi geologis yang besar ini, Pemkab Wonogiri perlu mempertimbangkan langkah regulatif dan strategi pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.
Potensi emas tersebut tidak hanya menjanjikan nilai ekonomi, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar jika dikelola secara profesional dan ramah lingkungan. (kid)
Editor : Nur Wachid