Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Setelah Rojali, Kini Muncul Rohana! Konsumen Cuma Nanya-Nanya, Mal Sepi Transaksi? Begini Tanggapan Pengelola!

Sukma Maharani Putri • Kamis, 24 Juli 2025 | 22:02 WIB
Setelah “Rojali”, kini muncul “Rohana”! Konsumen cuma tanya-tanya, Mal makin sepi transaksi?
Setelah “Rojali”, kini muncul “Rohana”! Konsumen cuma tanya-tanya, Mal makin sepi transaksi?

Jawa Pos Radar Lawu - Setelah viralnya istilah Rojali (Rombongan Jarang Beli), kini dunia ritel dihadapkan lagi dengan “fenomena baru” yang tak kalah menarik: Rohana, alias Rombongan Hanya Nanya. Meskipun terlihat sepele, kebiasaan ini mencerminkan perubahan gaya belanja masyarakat yang makin selektif dan sensitif terhadap harga.

APPBI: Rohana Itu Bukan Hal Baru

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonsus Widjaja, menjelaskan bahwa fenomena konsumen yang hanya bertanya tanpa membeli bukanlah hal asing. Ini adalah bagian dari interaksi wajar di pusat belanja yang bersifat langsung (offline).

“Namanya mal, ya pasti ada yang tanya-tanya dulu. Itu interaksi biasa,” ujarnya saat peresmian 100 UMKM di sebuah mal Jakarta (23/7/2025).

Mal Tak Lagi Sekadar Tempat Belanja

Menurut Alphonsus, fungsi mal sekarang sudah berubah. Dari yang awalnya hanya tempat jual beli, kini berkembang jadi pusat hiburan, gaya hidup, edukasi, hingga ruang sosialisasi. Banyak orang datang hanya untuk nongkrong, cuci mata, atau sekadar jalan-jalan.

Namun begitu, ia tak memungkiri bahwa fenomena seperti Rojali dan Rohana tetap memberi dampak terhadap penurunan omzet para tenant ritel di mal.

Daya Beli Lemah, Belanja Jadi Super Selektif

Masyarakat, terutama dari kalangan menengah ke bawah, kini makin berhati-hati saat mengeluarkan uang. Mereka cenderung membeli barang yang benar-benar dibutuhkan, dengan harga yang paling terjangkau. Bahkan yang dari kalangan menengah atas pun ikut selektif, akibat kondisi ekonomi global yang tak pasti.

Strategi Bertahan di Tengah Serbuan Rohana & Rojali

Alih-alih menganggap Rohana sebagai masalah, pelaku usaha perlu melihat ini sebagai sinyal untuk beradaptasi. Beberapa strategi yang bisa diterapkan:

Rojali dan Rohana, Refleksi Zaman Bukan Sekadar Masalah

Fenomena ini adalah cermin dari perubahan zaman: konsumen lebih pintar, lebih sadar nilai uang, dan lebih suka pengalaman belanja yang menyenangkan. Jadi, pusat belanja perlu bertransformasi menjadi tempat yang bukan hanya jualan, tapi juga memberi pengalaman.

Rohana dan Rojali mungkin bikin transaksi turun, tapi bukan berarti ritel offline akan mati. Kuncinya ada di inovasi dan kolaborasi, agar pengunjung tidak cuma datang… tapi juga belanja! (fin)

Editor : AA Arsyadani
#Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) #daya beli turun #bisnis ritel