Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Mama, I’m Coming Home’, Lagu Balada Lembut Sang Legenda Heavy Metal yang Kini Jadi Salam Perpisahan Terindah dari Ozzy Osbourne

Tory Andromeda • Rabu, 23 Juli 2025 | 18:42 WIB

 

Selamat jalan, Prince of Darkness. Mama, I’m Coming Home kini jadi elegi perpisahan yang paling menyentuh.
Selamat jalan, Prince of Darkness. Mama, I’m Coming Home kini jadi elegi perpisahan yang paling menyentuh.

Jawa Pos Radar Lawu - Di antara lagu-lagu cadas penuh teriakan dan dentuman gitar ala Ozzy Osbourne, satu lagu balada justru jadi yang paling dikenang: “Mama, I’m Coming Home”. Dirilis tahun 1991, lagu ini terasa beda, lebih personal, emosional, dan kini makin menyentuh setelah kabar duka wafatnya sang legenda rock di usia 76 tahun, Juli 2025 lalu.

Banyak yang bertanya: apakah lagu ini diam-diam sudah jadi salam perpisahan dari Ozzy jauh sebelum waktunya?

Lagu Ini untuk Cinta Sejati

Judulnya memang “Mama”, tapi lagu ini sebenarnya ditujukan untuk sang istri tercinta, Sharon Osbourne, yang akrab dipanggil "Mama" oleh Ozzy. Lagu ini jadi bagian dari album No More Tears (1991), salah satu karya solo terbaik Ozzy sepanjang kariernya.

Dibantu Zakk Wylde di gitar dan Lemmy Kilmister dari Motörhead untuk penulisan lirik, lagu ini jadi perpaduan sempurna antara ketulusan dan nuansa rock yang tetap elegan. Hasilnya? Lagu ini meledak di pasaran dan masih dianggap sebagai balada metal terbaik sepanjang masa.

Baca Juga: Selamat Jalan Ozzy Osbourne! Perjalanan Hidup “Prince of Darkness” yang Mengguncang Dunia Musik Rock dan Metal

Liriknya Dalam Banget: Soal Penyesalan, Cinta, dan Pulang

Di awal lagu, Ozzy langsung menyampaikan pesan yang bikin hati ikut nyesek:

“Times have changed and times are strange,
Here I come, but I ain't the same,
Mama, I'm coming home…”

Kalimat ini terasa banget sebagai ungkapan hati dari seseorang yang udah banyak melalui naik-turun kehidupan. Mungkin soal usia, masa lalu yang kelam, atau beban sebagai ikon rock dunia. Tapi yang jelas, dia ingin pulang—secara fisik atau mungkin juga secara spiritual.

Setelah kepergiannya, penggalan lirik “I’m coming home…” terasa punya makna baru. Seolah Ozzy benar-benar telah “pulang” dalam arti sesungguhnya.

Sisi Lain Sang Prince of Darkness

Bagi fans berat, lagu ini jadi bukti bahwa Ozzy nggak cuma jago tampil garang. Ia juga manusia biasa yang butuh cinta, pengampunan, dan tempat untuk kembali. Lagu ini kayak surat terbuka yang penuh kejujuran, bukan soal kematian, tapi soal penerimaan dan berdamai dengan masa lalu.

Tanda-Tanda Perpisahan Sejak Lama?

Meskipun lagu ini dibuat lebih dari 30 tahun lalu, banyak fans merasa ada “getaran” perpisahan dalam liriknya. Ditambah lagi, dalam beberapa tahun terakhir Ozzy sering bicara soal kelelahan hidup, kesehatan yang menurun, bahkan keinginan untuk berhenti dari panggung.

Penampilan terakhirnya tanggal 5 Juli 2025 pun penuh haru. Ia sempat mengucapkan terima kasih kepada penggemarnya dengan cara yang menyentuh, seolah tahu bahwa itu adalah panggung terakhirnya.

Elegi Romansa Seorang Legenda

“Mama, I’m Coming Home” kini terasa lebih dari sekadar lagu cinta. Ia sudah berubah menjadi elegi—lagu perpisahan yang lembut, mengharukan, dan abadi. Lagu yang menandai kembalinya seorang legenda ke tempat yang paling damai.

Selamat jalan, Ozzy. Terima kasih sudah pulang dengan lagu yang begitu indah. (fin)

Photo
Photo
Editor : AA Arsyadani
#Ozzy Osbourne #Ozzy Osbourne Meninggal #Mama Im Coming Home #ozzy osbourne death